kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Terkait BBM, Jero Wacik tolak permintaan daerah


Kamis, 10 Mei 2012 / 18:10 WIB
Terkait BBM, Jero Wacik tolak permintaan daerah
ILUSTRASI. Persyaratan serta jadwal seleksi calon mahasiswa baru ITB jalur mandiri 2021.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menolak permintaan pemerintah daerah (Pemda) yang ingin menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk daerah mereka.

Jero malah meminta Pemda untuk menimalisir kebocoran pasokan BBM subsidi ke tambang dan perkebunan. Menurutnya, pemerintah hanya memiliki kuota BBM subsidi sebanyak 40 juta kiloliter untuk seluruh Indonesia.

Besaran kuota itu masih dirasa kurang oleh pemerintah untuk menutup kebutuhan di masyarakat. “40 juta kiloliter itu saja sudah kurang, kalau semua minta tambah, tidak mungkin lagi,” kata dia di kantornya, Kamis (10/5).

Dia menyarankan, pemerintah daerah memperketat distribusi BBM subsidi di daerah agar kuota di sana mencukupi bagi warganya. Salah satu caranya dengan menangkap pelaku penyalahgunaan BBM subsidi, terutama yang masuk ke pertambangan dan perkebunan.

Kedua jenis industri ini secara aturan dilarang memakai BBM bersubsidi. “Kalau pertambangan dan perkebunan dikontrol tidak memakai BBM subsidi, ada kemungkinan kuota BBM di daerah akan cukup,” tegas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×