kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Terkena dampak defisit BPJS, Medikaloka Hermina (HEAL) atur arus kas


Jumat, 05 Oktober 2018 / 14:52 WIB
Terkena dampak defisit BPJS, Medikaloka Hermina (HEAL) atur arus kas
ILUSTRASI. RS Hermina


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) turut mempengaruhi kinerja operasional rumahsakit lantaran ada keterlambatan pembayaran yang diterima. PT Medikaloka Hermina Tbk mencoba mengatasinya dengan mengatur arus kas dan biaya.

Aristo Setiadidjaja, Direktur Keuangan & Pengembangan Strategi Medikaloka Hermina mengatakan, defisit BPJS kesehatan memberikan dampak pada arus kas rumah sakit. "Sedikit banyak memang ada pengaruhnya," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (5/10).

Maklum, 50% pendapatan perusahaan merupakan kontribusi dari pasien pengguna BPJS. Sekedar informasi, sampai Juni lalu pasien rawat inap BPJS Rumah Sakit Hermina sebesar 67% dan pasien rawat jalan pengguna BPJS sebesar 49%.

Ia bilang, terkadang memang ada keterlambatan pembayaran dari BPJS. Namun, ia tetap mengapresiasi karena BPJS selalu mengikuti peraturan yang ditetapkan sehingga mereka selalu membayar bunga 1% per bulan.

Dengan adanya kondisi defisit BPJS, memang akan mendatangkan tantangan tersendiri bagi perusahaan, hanya saja mereka tetap optimis dengan target pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 19% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 2,68 triliun.

Sebagai gambaran, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, sampai semester I lalu, tercatat pendapatan perusahaan sebesar Rp 1,51 triliun atau tumbuh 18,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,28 triliun.

Walaupun begitu, ia menuturkan bahwa dengan skala yang lebih besar dan adanya pasien umum yang jumlahnya secara konsisten meningkat, perusahaan terbantu untuk mengatur arus kas dan biaya sehingga tetap dapat menjaga kinerja dengan baik. Karena itu, emiten dengan kode saham HEAL di Bursa Efek Jakarta (BEI) omo akan terus melakukan ekspansi dengan tetap menerima pasien BPJS di seluruh jaringan rumah sakitnya.

Sampai akhir tahun nanti, HEAL berencana akan menambah 2 rumah sakit baru kembali. Sehingga, sampai akhir tahun nanti HEAL akan memiliki 32 jaringan rumah sakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×