Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Rizki Caturini
JAKARTA. Belawan International Container Terminal (BICT) Pelabuhan Belawan Medan menambah peralatan bongkar muat berupa 5 unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Penambahan RTG baru buatan Konecranes Finlandia itu menelan dana senilai hampir Rp 90 miliar.
Harry Sutanto Direktur Utama Pelindo I mengatakan, penambahan fasilitas baru itu untuk mengantisipasi peningkatan arus bongkar muat dan volume peti kemas di dermaga BICT baik di dermaga antar pulau maupun internasional.
RTG baru ini mempunyai kapasitas stacking 6 tier, sehingga bisa menumpuk peti kemas setinggi 6 peti kemas. Sementara peralatan sebelumnya hanya mampu menumpuk 4 peti kemas. "Kinerja di lapangan penumpukan atau Container Yard (CY) BICT bisa lebih optimal," kata Harry dalam siaran persnya, Kamis (2/6).
Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan memang terus mengalami peningkatan. Pada kuartal I-2011, BICT yang menangani peti kemas internasional mencatat arus peti kemas mencapai 95.439 Teus atau naik 4,03% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan arus peti kemas di terminal konvensional untuk peti kemas domestik mencapai 223.535 teus naik 42,02% dari tahun sebelumnya.
Humas Pelindo I, Taufik Fadillah mengatakan RTG baru ini menggunakan Hybrid System yang hemat bahan bakar. Jika RTG sebelumnya mengonsumsi 363 liter solar per hari maka Hybrid RTG hanya memerlukan 260 liter per hari. "Akan ada penghematan sebesar 103 liter solar per hari,” kata Taufik.
Selain itu, Taufik mengatakan RTG itu juga menggunakan Crane Monitoring System yang dirancang untuk memantau, mengendalikan, mencatat, menganalisis dan melaporkan data dengan sistem komputerisasi. Sistem itu memudahkan kontrol pekerjaan yang dilakukan.
Sebelumnya, BICT hanya mengoperasikan 10 RTG dengan kapasitas stacking 4 tier. BICT sendiri memiliki CY international 101.600 meter persegi dengan kapasitas maksimum sebanyak 8.600 teus. Sementara luas CY antar pulau atau domestik di Pelabuhan Belawan mencapai 42.470 meter persegi dengan kapasitas maksimumnya 6.500 teus.
Taufik mengatakan Pelabuhan Belawan melakukan investasi Rp 1,5 Triliun pada tahun ini. Dana itu salah satunya dipergunakan untuk membiayai pembangunan dermaga 100 meter di BICT yang proses pembangunannya tengah berlangsung. Selain itu, dana investasi itu juga dipergunakan untuk menambah peralatan guna meningkatkan produktivitas di pelabuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













