kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Terralogiq Dorong Pemanfaatan AI dan Data Geospasial untuk Strategi Ekspansi Bisnis


Selasa, 31 Maret 2026 / 20:59 WIB
Terralogiq Dorong Pemanfaatan AI dan Data Geospasial untuk Strategi Ekspansi Bisnis
CTO Terralogiq, Farry Argoebie (Istimewa/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan peta digital di kalangan pelaku usaha mulai bergeser, dari sekadar alat navigasi menjadi instrumen analisis untuk menentukan strategi ekspansi bisnis yang lebih presisi.

Perubahan ini didorong kebutuhan perusahaan untuk mengambil keputusan berbasis data di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Selama ini, banyak perusahaan di Indonesia masih mengandalkan pendekatan konvensional dalam menentukan lokasi ekspansi, seperti observasi lapangan atau intuisi.

Cara tersebut dinilai kurang optimal karena tidak mampu menangkap dinamika pasar secara menyeluruh, terutama dalam mengidentifikasi celah pasar (market gap).

Baca Juga: Produk Berbasis Lokasi dan AI Jadi Andalan Terralogiq Perluas Pasar Regional

Menjawab tantangan tersebut, Terralogiq memperkenalkan solusi Geospatial Intelligence yang mengintegrasikan Google Maps Platform dengan kecerdasan buatan (AI) Gemini.

Teknologi ini memungkinkan peta digital berfungsi sebagai alat Business Intelligence berbasis data lokasi.

Melalui fitur seperti Places Insights, perusahaan dapat menganalisis distribusi lebih dari 250 juta bisnis dan titik lokasi (Points of Interest/POI) secara global.

Data ini kemudian diolah untuk memberikan gambaran mengenai tingkat persaingan, potensi permintaan, hingga peluang ekspansi di suatu wilayah.

Integrasi dengan AI Gemini juga memungkinkan analisis yang lebih mendalam.

Sistem tidak hanya menyajikan data statistik, tetapi juga mampu menjawab pertanyaan strategis terkait potensi pasar, seperti lokasi dengan permintaan tinggi namun minim kompetitor atau wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi tetapi akses layanan masih terbatas.

Pendekatan ini membuka peluang baru dalam strategi site selection dan geomarketing di Indonesia. Perusahaan dapat memanfaatkan visualisasi berbasis data, seperti heatmap, untuk mengidentifikasi wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi namun tingkat persaingan relatif rendah.

Baca Juga: Manfaatkan Kecerdasan Buatan, Hypernet Perkenalkan Otomatisasi Jaringan Bagi Pebisnis

Terralogiq berperan sebagai mitra teknologi yang membantu perusahaan mengadopsi solusi ini dengan menggabungkan Google Maps Platform, BigQuery Geospatial Analytics, serta kemampuan analitik AI Gemini yang disesuaikan dengan karakteristik pasar lokal.

Chief Technology Officer Terralogiq, Farry Argoebie, menilai perubahan ini sebagai pergeseran penting dalam cara perusahaan memanfaatkan data lokasi.

“Dengan geospatial insight, perusahaan dapat memahami permintaan pasar secara hiper-lokal dan menemukan peluang ekspansi yang sebelumnya tidak terlihat,” ujarnya dalam siaran pers seperti dikutip Selasa (31/3/2026).

Ke depan, integrasi antara kecerdasan buatan dan analitik geospasial diperkirakan menjadi tren utama dalam pengambilan keputusan bisnis.

Baca Juga: Digital Edge Raih Green Financing US$665 Juta untuk Proyek Data Center CGK

Pemanfaatan data lokasi tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi bagian strategis dalam menentukan arah pertumbuhan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×