kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.831   13,00   0,07%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Terusan Suez tersendat, bagaimana dampaknya ke perdagangan dari Indonesia?


Minggu, 28 Maret 2021 / 20:26 WIB
ILUSTRASI. Terusan Suez. CNES/AIRBUS DS via REUTERS


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

Logistik Toyota, kata Bob, lebih banyak di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah dan Asia Selatan. Hanya sedikit yang ke Afrika, dan belum ada yang secara langsung ke Eropa. "Namun kita tahu, komponen dibuat secara global supply chain. Sejauh ini belum ada laporan impact-nya seperti apa," sebut Bob.

Dia memastikan, sampai akhir bulan ini ekspor ke Afrika dan Amerika Selatan dalam kondisi aman. Namun, untuk dua bulan ke depan, Toyota Indonesia akan melakukan simulasi risk port to port sebagai review terhadap dampak Terusan Suez. "Simulasi risiko dampak berantai untuk ke depan, mungkin ada logistik yang harus di-adjust," imbuh Bob.

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi juga memastikan, aktivitas ekspor kelapa sawit sebagai komoditas andalan Indonesia juga belum terkendala. "Sejauh ini tidak terpengaruh," ujarnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, secara keseluruhan, macetnya Terusan Suez belum berdampak signifikan terhadap perdagangan Indonesia. Menurutnya, dampak terhadap sektor, komoditas atau perusahaan pun akan berbeda.

Baca Juga: Prospek ekonomi AS gemilang, BI: Kesempatan emas bagi ekspor Indonesia

Sebagian besar pengangkutan ekspor atau impor menggunakan kargo lantaran secara biaya lebih murah dan efisien. Namun, perlu dipetakan terlebih dulu bagaimana jadwal pengangkutan masing-masing produk ekspor atau impor yang melewati Terusan Suez, terutama dari dan ke Eropa. 

"Perlu dilihat dulu, bagaimana jadwalnya, kapan dia peak, kapan kosong. Volume tentu berubah. Misalnya bulan-bulan awal tahun ini kosong, tapi menjelang triwulan dua dan tiga itu tinggi. Itu kan juga tergantung permintaan" ungkap Tauhid.

Hingga saat ini, pemerintah pun memang masih mengkalkulasi sejauh mana dampak dari macetnya Terusan Suez terhadap perdagangan (ekspor-impor) Indonesia. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi bilang, pihaknya masih melakukan konfirmasi bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN). "Masih sedang dikonfirmasikan oleh Ditjen PEN," ujar Didi kepada Kontan.co.id, Minggu (28/3).

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor non-migas Indonesia per Februari 2021 ke Uni Eropa sebesar US$ 1,13 miliar. Sedangkan impor barang non-migas dari Uni Eropa senilai US$ 1,55 miliar. 

Selanjutnya: Austindo Nusantara Jaya (ANJT) alokasikan belanja modal Rp 620 miliar tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×