Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. TikTok memperkuat posisinya sebagai platform strategis bagi industri aplikasi dan gim melalui berbagai inovasi. Dengan pertumbuhan drama pendek dan gim di Asia Tenggara, TikTok menghadirkan fitur Mini Dramas, Mini Games, serta solusi iklan berbasis AI seperti TikTok Growth Max untuk membantu pengembang dan pengiklan meningkatkan penemuan, keterlibatan, dan monetisasi pengguna.
Selain itu, integrasi teknologi AI melalui TikTok Symphony, Dreamina Seedance 2.0, MCP Server, dan TikTok Ads Skills memungkinkan proses pembuatan konten serta pengelolaan kampanye iklan menjadi lebih cepat, efisien, dan otomatis.
Inovasi-inovasi tersebut diperkenalkan dalam TikTok Apps Summit 2026 di Singapura yang dihadiri lebih dari 150 eksekutif perusahaan aplikasi dan gim dari enam negara Asia Tenggara.
Dengan dukungan komunitas global lebih dari 1 miliar pengguna dan peluang ekspansi internasional yang menjanjikan, TikTok berupaya menjadi ekosistem terpadu yang membantu bisnis mengubah tren digital menjadi pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang di pasar global.
Menurut Sensor Tower, ekonomi aplikasi global terus tumbuh dengan 149 miliar unduhan aplikasi dan pendapatan dalam aplikasi sebesar US$ 167 miliar pada 2025. Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan paling berkembang, terutama pada kategori drama pendek dan gim.
Baca Juga: TikTok GO Bantu Dorong Pertumbuhan Industri Kuliner
Kategori drama pendek mencatat 2,26 miliar unduhan global pada 2025 dan tumbuh 140% YoY pada kuartal I 2026. Asia Tenggara menyumbang 32% dari total unduhan global dengan pertumbuhan 220% YoY, sementara pengguna di kawasan ini menghabiskan hampir 40 menit per hari untuk menikmati konten tersebut.
Sementara itu, industri gim global diperkirakan mencapai US$ 350 miliar pada 2030 menurut Video Gaming Report 2026 yang dirilis oleh Boston Consulting Group (BCG). Tingkat keterlibatan pemain juga meningkat, dengan 55% responden mengaku menghabiskan lebih banyak waktu bermain pada paruh kedua 2025.
Untuk merespon perkembangan itu, TikTok menghadirkan berbagai solusi periklanan baru untuk membantu penerbit dan pengiklan menjangkau pengguna yang aktif menikmati gim dan drama pendek di halaman For You. Melalui fitur Mini Dramas dan Mini Games, pengguna dapat menonton, bermain, hingga bertransaksi tanpa keluar dari aplikasi, sehingga meningkatkan keterlibatan dan peluang pendapatan bagi brand.
Selain itu, TikTok juga meluncurkan TikTok Growth Max, solusi iklan otomatis berbasis performa yang mengoptimalkan seluruh proses pemasaran dari penemuan hingga konversi, serta mempercepat peluncuran konten hingga sekitar satu bulan.
Baca Juga: Konten Dongkrak Penjualan Brand Elektronik di Tokopedia dan TikTok Shop
General Manager Global Business Solutions SEA and Japan TikTok, Yuke (Ray) Hu, mengatakan industri aplikasi tengah memasuki fase pertumbuhan baru seiring berkembangnya teknologi AI yang mempermudah proses pembuatan aplikasi.
“Di tengah persaingan yang semakin ketat untuk menarik perhatian konsumen, TikTok berupaya membantu pengembang dan penerbit menghubungkan proses penemuan, interaksi, hingga monetisasi dalam satu pengalaman yang terintegrasi di dalam platform,” kata Yuke dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
TikTok memperkuat ekosistem bisnisnya dengan mengintegrasikan teknologi AI seperti Dreamina Seedance 2.0 ke dalam TikTok Symphony untuk menghasilkan video berkualitas tinggi secara lebih cepat dan efisien. Platform ini juga menghadirkan fitur Reference to Video yang memberi kontrol kreatif lebih besar bagi pengiklan dalam penayangan konten.
Selain itu, kata Yuked, TikTok memperkenalkan MCP Server dan TikTok Ads Skills untuk memudahkan pengembang membangun dan mengotomatisasi alat serta kampanye iklan di dalam ekosistem TikTok Ads, mulai dari pembuatan hingga optimasi performa.
Dengan lebih dari 1 miliar pengguna global, TikTok diposisikan sebagai platform strategis untuk ekspansi bisnis, terutama bagi penerbit yang berekspansi ke luar Asia Tenggara yang terbukti memiliki pertumbuhan pendapatan lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













