Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cara masyarakat menemukan tempat makan kini semakin dipengaruhi oleh konten digital. Rekomendasi kuliner tidak lagi sekadar dicari secara aktif, melainkan ditemukan secara organik melalui video singkat yang diunggah brand maupun kreator di platform seperti TikTok.
William Panjaitan, Lead of Key Merchant TikTok Go by Tokopedia mengatakan, perubahan perilaku tersebut menunjukkan bahwa keputusan konsumen dalam memilih tempat makan semakin bergantung pada pengalaman visual dan storytelling yang muncul di linimasa harian mereka. Konten yang menarik, autentik, dan relevan mampu mendorong rasa penasaran hingga akhirnya memicu keputusan untuk berkunjung.
Melihat tren tersebut, TikTok GO by Tokopedia hadir sebagai solusi yang menjembatani kebutuhan bisnis kuliner dengan perilaku konsumen modern. “Layanan ini dirancang untuk membantu pelaku usaha menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus mengonversi interaksi digital menjadi kunjungan langsung ke gerai,” kata William dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Melalui integrasi antara konten, data, dan ekosistem digital, TikTok GO by Tokopedia memungkinkan brand kuliner memaksimalkan potensi kampanye berbasis video. Tidak hanya meningkatkan awareness, pendekatan ini juga mendorong aksi nyata dari konsumen, mulai dari mencari lokasi hingga datang langsung untuk mencoba produk.
Baca Juga: Konten Dongkrak Penjualan Brand Elektronik di Tokopedia dan TikTok Shop
Dengan demikian, kehadiran layanan ini menjadi bagian dari transformasi cara bisnis kuliner berinteraksi dengan pelanggan. Roti’O dan kreator @watchme.eats merupakan contoh yang sukses meningkatkan jumlah pesanan hingga mendorong visibilitas bisnis kuliner lokal sebagai bagian dari ekosistem TikTok GO by Tokopedia.
Sejak bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia pada 2025, Roti’O memanfaatkan kolaborasi kreator, storytelling, serta promo bundling dan voucher digital untuk mendorong kunjungan ke gerai.
Perusahaan juga aktif memproduksi lebih dari 3.000 konten per bulan guna meningkatkan daya tarik visual produk. “Hasilnya, pada April–September 2025, pendapatan harian Roti’O melonjak hingga 602% dengan eksposur mencapai 7,5 miliar views dan melibatkan lebih dari 770 gerai,” ungkap Ali Susanto, Direktur Roti’O.
Ali bilang, strategi tersebut tak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar, mendorong ekspansi bisnis, serta meningkatkan keterlibatan konsumen, khususnya generasi muda.
Sementara akun @watchme.eats yang dikelola Hafiz dan Zulfa berkembang dari konten harian menjadi referensi kuliner di TikTok sejak 2024. Kini, akun tersebut telah meraih sekitar 139 ribu pengikut dan lebih dari 6 juta likes.
Baca Juga: Tiktok Live Dukung Talenta Lokal Go Global Lewat Peluncuran Mini Album
Bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia, keduanya fokus menghadirkan konten rekomendasi yang praktis dan informatif, mulai dari ulasan menu, harga, hingga alasan suatu tempat layak dikunjungi. Konsistensi produksi—hingga rata-rata 11 konten per hari—menjadi kunci pertumbuhan mereka.
Hasilnya, pada 2025, @watchme.eats mencatatkan GMV hingga empat kali lipat. Konten yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga mendorong kunjungan ke gerai offline, penukaran voucher, serta penjualan merchant selama periode kampanye.
Kisah Roti’O dan @watchme.eats menunjukkan peran TikTok GO by Tokopedia dalam menghubungkan bisnis lokal dan kreator dalam ekosistem discovery. Kolaborasi ini membuktikan bahwa penemuan di platform digital dapat berlanjut menjadi transaksi dan hubungan yang lebih kuat.
“Tak hanya kuliner, TikTok GO juga menghadirkan layanan pemesanan perjalanan, mulai dari hotel hingga atraksi, dan kini telah tersedia di Indonesia, Jepang, serta Amerika Serikat.” punks William.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













