kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.029   29,00   0,17%
  • IDX 7.095   -89,64   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,13   -1,22%
  • LQ45 720   -7,11   -0,98%
  • ISSI 254   -3,38   -1,32%
  • IDX30 390   -3,07   -0,78%
  • IDXHIDIV20 485   -2,75   -0,56%
  • IDX80 111   -1,20   -1,08%
  • IDXV30 134   -0,46   -0,34%
  • IDXQ30 127   -0,88   -0,69%

Tokopedia bersiap IPO di dua negara


Senin, 04 November 2019 / 15:07 WIB
Tokopedia bersiap IPO di dua negara
ILUSTRASI. Kantor Tokopedia


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tokopedia sedang bersiap untuk mencatatkan saham di dua negara (dual listing). Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, pihaknya masih menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk IPO.

Menurut William, beberapa hal yang akan mereka lakukan adalan memperkuat tata kelola perusahaan hingga mencapai keuntungan. 

"Kalau sudah jadi perusahaan publik kan tata kelola perusahaan memang harus transparan dan kuat. Kemudian, dari sisi disiplin perusahaan, kami fokus tahun depan sudah profitable," tutur William, Senin (4/11).

Baca Juga: Ini strategi Tokopedia untuk capai target transaksi 2% dari PDB pada 2020

William mengatakan, penunjukan Agus Martowardojo sebagai Komisaris Utama Tokopedia menjadi salah satu contoh penguatan good governance. Tak hanya itu, Tokopedia juga sudah menunjuk brand ambassador yang diharapkan bisa membawa Tokopedia ke panggung dunia.

Meski proses persiapan IPO terus dilakukan, William mengaku belum bisa memastikan kapan tepatnya pencatatan saham perdana tersebut dilakukan. 

Dia hanya mengatakan, IPO tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

"Untuk tahun [kapan IPO] belum bisa kami rilis. Mungkin masih membutuhkan beberapa tahun dari sekarang, tetapi persiapannya sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, mulai dari tahun ini," kata William.

Baca Juga: Transaksi emas di Tokopedia melonjak lebih dari lima kali lipat di kuartal III 2019

Selain Indonesia, William juga mengatakan pihaknya masih mencari negara mana yang akan disasar untuk mencatatkan saham perdananya. "Satu Indonesia, satunya belum tahu. Ada kemungkinan di luar Asia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×