kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.161   14,00   0,08%
  • IDX 5.356   -17,45   -0,32%
  • KOMPAS100 697   0,53   0,08%
  • LQ45 542   -0,28   -0,05%
  • ISSI 183   -0,63   -0,34%
  • IDX30 304   -0,46   -0,15%
  • IDXHIDIV20 403   1,39   0,35%
  • IDX80 80   0,09   0,11%
  • IDXV30 113   1,37   1,23%
  • IDXQ30 101   0,03   0,03%

Toyota Minta Stimulus Pemerintah Demi Dongkrak Daya Beli Mobil Baru


Selasa, 27 Oktober 2026 / 12:26 WIB
Toyota Minta Stimulus Pemerintah Demi Dongkrak Daya Beli Mobil Baru
ILUSTRASI. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) minta stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat dan mengangkat kembali penjualan mobil baru (Dok/TAM)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan, stimulus dari pemerintah diperlukan untuk mendorong daya beli masyarakat dan mengangkat kembali penjualan mobil baru.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menjelaskan, pasar otomotif saat ini menghadapi pergeseran permintaan dari mobil baru ke mobil bekas atau used car. Karena itu, menurut dia, kebijakan pemerintah perlu diarahkan untuk meningkatkan daya beli konsumen.

"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli, daya beli sehingga pembelian mobil baru itu meningkat. Karena sekarang market-nya masih market, market-nya bergeser kepada used car," kata Nandi usai bertemu Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Kantor Kemenperin, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Kadin Soroti Kontribusi Manufaktur Turun ke 19%, Industrialisasi Jadi Kunci

Menurut Nandi, bentuk stimulus yang dibutuhkan masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah. Ia tidak secara spesifik menyebut bentuk maupun besaran stimulus yang diharapkan Toyota.

Nandi mengatakan, Toyota menyambut pentingnya stimulus untuk mendorong pasar otomotif. Namun, untuk skema insentif, ia menilai pemberian insentif perlu dilakukan secara adil berdasarkan parameter yang jelas.

"Kalau insentif itu ya fair. Mau dilihat dari apa? Kalau mau lihat dari sisi emisi, ya bagaimana emisinya. Melihat dari sisi penghematan, penghematan. Fair, fairness saja," ujarnya.

Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer (wholesales) mencapai 679.020 unit hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 21% secara tahunan (YoY) dibanding 561.405 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan ritel kendaraan (dari dealer kepada konsumen) mencapai 676.223 unit selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut tumbuh 15,4% dibanding penjualan ritel pada Januari-September 2025 yang mencapai 585.926 unit.

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 31 MMBTUD, PLN dan Industri Jadi Prioritas

Toyota masih menjadi merek dengan distribusi wholesales terbesar, mencapai 197.809 unit sepanjang Januari-September 2026 dengan pangsa pasar sebesar 29,1%.

Toyota saat ini menyerap sekitar 8.000 pekerja secara langsung, sementara rantai pasok dan jaringan dealer Toyota disebut mencapai sekitar 360.000 pekerja.

Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan usulan perluasan insentif untuk kendaraan hybrid. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, pembahasan teknis mengenai kebijakan tersebut sudah mulai dilakukan.

Besaran insentif hybrid yang akan diusulkan masih dalam tahap kajian. Sarmuji memastikan usulan tersebut akan disampaikan pemerintah pada tahun ini.

Baca Juga: Kemenperin Bidik Utilisasi Industri 85%, Insentif Tambahan Disiapkan

Sementara itu, Sarmuji menyebut ruang pertumbuhan pasar otomotif Indonesia masih cukup besar. Rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru sekitar 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia yang mencapai sekitar 490 unit dan Thailand sekitar 275 unit per 1.000 penduduk.

Menurut Sarmuji, peningkatan rasio kepemilikan kendaraan dapat mendorong pertumbuhan produksi industri otomotif sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×