kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Trafik Data saat Lebaran 2026 Diproyeksi Naik 20%, Tower Daerah Harus Diperkuat


Selasa, 03 Maret 2026 / 21:29 WIB
Trafik Data saat Lebaran 2026 Diproyeksi Naik 20%, Tower Daerah Harus Diperkuat
ILUSTRASI. Trafik Layanan Data Telkomsel (Dok/Telkomsel)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengamat keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya mendorong operator telekomunikasi menambah kapasitas tower di daerah untuk mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi dan data saat momen Lebaran 2026.

Pemerintah sebelumnya memperkirakan trafik telekomunikasi dan data akan meningkat hingga 20% selama periode Lebaran.

Menurut Alfons, peningkatan kapasitas tower di daerah menjadi strategi penting karena pergeseran lokasi pengguna dari kota besar ke kampung halaman saat arus mudik.

Baca Juga: Pemerintah Negosiasi Keluarkan Dua Kapal Pertamina dari Zona Konflik Timur Tengah

“Yang mesti ditingkatkan jelas kapasitas tower di daerah, karena bandwidth untuk demand-nya akan meningkat. Selama ini akses ponsel banyak dari Jakarta, lalu semua pulang kampung. Ponselnya ikut dibawa, sehingga akan mengakses tower seluler di kampung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, tower-tower di daerah selama ini umumnya tidak melayani trafik tinggi seperti di kota besar. Karena itu, lonjakan musiman saat Lebaran perlu diantisipasi sejak dini.

“Tower di daerah biasanya tidak melayani trafik tinggi. Tapi saat Lebaran pasti ada lonjakan. Provider seharusnya sudah berpengalaman mengetahui daerah mana yang akan mengalami lonjakan dan bisa mengatur routing trafiknya,” jelasnya.

Alfons juga menilai operator dapat mengalihkan sementara sumber daya jaringan dari kota besar ke daerah tujuan mudik. Pasalnya, trafik di Jakarta justru cenderung menurun saat periode Lebaran.

Baca Juga: Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Pastikan Harga BBM Pertalite Tetap Stabil

“Kalau di Jakarta malah kosong. Jadi resources bisa dialihkan atau infrastruktur di daerah diperkuat. Seharusnya tidak ada masalah bagi provider untuk meng-handle ini,” tambahnya.

Selain aspek kapasitas jaringan, Alfons mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan pengawasan keamanan siber selama periode lonjakan trafik. Ia menilai momen Lebaran rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan digital.

“Jangan sampai peningkatan trafik ini menjadi sarana eksploitasi penipu digital. Masyarakat sedang fokus mudik dan silaturahmi, jangan sampai lengah. Pemerintah perlu memperketat pengamanan,” tegasnya.

Karena itu, ia menyarankan operator tidak hanya menyesuaikan kapasitas sesuai proyeksi kenaikan 7%–20%, tetapi meningkatkan hingga 30% bahkan idealnya 50% untuk menjaga kualitas layanan tetap stabil selama puncak arus mudik dan Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×