kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Trafik Data Diprediksi Naik 20% saat Lebaran, Operator Diminta Tambah Kapasitas 50%


Selasa, 03 Maret 2026 / 21:05 WIB
Trafik Data Diprediksi Naik 20% saat Lebaran, Operator Diminta Tambah Kapasitas 50%


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Trafik telekomunikasi dan data diperkirakan meningkat hingga 20% pada momen Lebaran 2026.

Lonjakan ini dinilai masih dalam batas wajar, namun tetap memerlukan strategi khusus agar kualitas layanan tetap terjaga.

Pengamat keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya menyebut, kenaikan trafik tersebut sejatinya tidak menjadi masalah besar bagi operator.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap lokasi peningkatan trafik.

Baca Juga: Kilang Saudi Aramco Terdampak Konflik, RI Siapkan Alternatif Impor LPG

Menurut Alfons, lonjakan penggunaan kemungkinan besar terjadi di daerah-daerah tujuan mudik.

“Harusnya tidak ada masalah. Yang perlu menjadi perhatian adalah trafiknya naik di mana. Pastikan peningkatan terjadi di kampung-kampung karena semua orang pulang kampung. Itu yang perlu diantisipasi,” ujar Alfons kepada Kontan.co.id, Senin (3/3/2026).

Ia menyarankan agar sumber daya jaringan dapat dialihkan sementara ke wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan trafik. Dari sisi kapasitas bandwidth, kenaikan 7%–20% dinilai masih relatif aman.

“Kalau dari sisi bandwidth tidak ada masalah. Kenaikan 7%–20% tidak terlalu bermasalah dan kemungkinan besar yang diakses itu ucapan-ucapan Lebaran, silaturahmi, serta konten ringan, bukan konten berat dari luar negeri,” jelasnya.

Meski begitu, Alfons menilai operator tetap perlu meningkatkan kapasitas layanan di atas proyeksi kenaikan trafik.

Jika lonjakan diperkirakan 20%, maka kapasitas sebaiknya ditambah lebih besar dari itu.

“Kalau kenaikan 7%–20%, provider perlu menaikkan kapasitas sekitar 30% minimal, idealnya 50%,” tambahnya.

Baca Juga: Porsi Impor Minyak RI dari Timur Tengah 25%, Pemerintah Siapkan Skenario Ini

Ia juga menyarankan penyediaan mobile Base Transceiver Station (BTS) di titik-titik rawan lonjakan, seperti rest area dan jalur utama mudik.

“Mobile BTS perlu disiapkan mengikuti puncak arus mudik, terutama di rest area atau jalur-jalur utama,” katanya.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dinilai perlu mengeluarkan surat edaran kepada seluruh operator telekomunikasi untuk memastikan kesiapan jaringan selama periode Lebaran.

“Pemerintah perlu mengeluarkan edaran ke seluruh operator telekomunikasi agar jaringan tidak terganggu. Komdigi sebagai regulator perlu mengingatkan operator untuk menjaga kualitas layanan,” ujarnya.

Sementara itu, Head Cyber Security and Data Protection Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Zulfadly Syam menyebut, lonjakan trafik saat Lebaran sudah menjadi siklus tahunan yang biasa diantisipasi operator.

Traffic internet pada saat Lebaran pada prinsipnya sudah menjadi hal yang biasa diantisipasi oleh provider,” ujarnya.

Baca Juga: Permintaan Obat Injeksi Steril Melonjak, Ethica Industri Farmasi Percepat Ekspansi

Zulfadly menambahkan, penggunaan internet, khususnya media sosial, cenderung meningkat selama momen Lebaran.

Karena itu, operator umumnya telah mempersiapkan bandwidth lebih besar untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

“Strategi yang dipersiapkan sangat tergantung pada segmentasi pengguna. Yang penting infrastruktur internet tidak mengalami gangguan atau blackout,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×