kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Transcoal Pacific (TCPI) Berencana Tambah 8 Armada Baru Tahun Ini


Selasa, 16 Mei 2023 / 21:09 WIB
Transcoal Pacific (TCPI) Berencana Tambah 8 Armada Baru Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) ingin memaksimalkan penggunaan armada milik sendiri pada tahun ini.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelayaran, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) ingin memaksimalkan penggunaan armada milik sendiri pada tahun ini. Rencananya, TCPI akan menambah setidaknya 8 armada baru di sepanjang tahun 2023. 

Corporate Secretary Transcoal Pacific Anton Ramada menjelaskan, perseroan saat ini tengah melakukan berbagai langkah untuk merealisasikan rencana penambahan armada  tersebut secara bertahap yang akan dilakukan selama tahun 2023. 

“Perseroan secara bertahap yang di tahun ini direncakan setidaknya 2 unit floating crane, 2 pusher tugs dan 4 unit pusher barges,” ungkap Anton, saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (15/5). 

Baca Juga: Transcoal Pacific (TCPI) Kejar Pertumbuhan Laba Bersih 50%-70% Tahun Ini

Sebagai informasi, sampai dengan saat ini Perseroan telah memiliki armada sebanyak 47 tug, 41 Barge, 3 Mother vessel, dan 2 Floating crane.

Pada tahun ini, Transcoal Pacific menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 720 miliar. Yang di mana, Rp 650 miliar di antaranya digunakan untuk pengadaan armada baru. 

Sedangkan sekitar Rp 70 miliar sisanya sebagai modal untuk biaya docking kapal. Adapun, serapan capex 2023 sampai saat ini sudah mencapai 30% dari total yang dianggarkan. 

 

Untuk diketahui,  pendapatan Transcoal Pacifik mengalami penyusutan 8% menjadi Rp 384,07 miliar per akhir kuartal I-2023. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, TCPI meraih pendapatan sebesar Rp 417,55 miliar. 

Per Maret 2023, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepdaa pemilik entitas induk naik tipis 1,28%, dari Rp 40,69 miliar menjadi Rp 41,25 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×