Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana Jakarta (CGK)–Lampung (TKG) dan Lampung (TKG)–Kuala Lumpur (KUL) pada Senin (24/8/2026).
Group CEO Transnusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan kedua rute tersebut memperluas konektivitas dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II, sekaligus menghadirkan kembali layanan penerbangan internasional reguler dari Lampung.
"Kehadiran layanan langsung ke Kuala Lumpur membuka akses yang selama ini mengharuskan masyarakat Lampung melakukan perjalanan melalui kota lain, baik untuk wisata, bisnis, mengunjungi keluarga, kebutuhan kesehatan, maupun perjalanan umrah," ujarnya dalam keterangan resmi disiarkan Rabu (26/8/2026).
Rute internasional tersebut juga dinilai menjadi bagian dari momentum penguatan kembali posisi Radin Inten II sebagai pintu masuk dan keluar penerbangan internasional.
Menurut Datuk Bernard, pembukaan rute ini bukan hanya didasarkan pada potensi pariwisata, melainkan juga besarnya populasi serta hubungan ekonomi dan sosial antara Lampung dan Malaysia. Di mana, Lampung memiliki populasi sekitar 9,5 juta jiwa dan potensi yang cukup besar, baik untuk perjalanan bisnis maupun pariwisata.
Baca Juga: Transnusa Mulai Terbang Jakarta-Bangkok, Bidik Keterisian Penumpang 75%
“Market-nya bukan hanya pariwisata. Ada bisnis, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, manpower supply untuk pekerjaan di Malaysia, halal business, sampai medical tourism. Kami juga melihat, perjalanan untuk kebutuhan medis dari Lampung juga sudah ada ke Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur,” kata Datuk Bernard.
Ia menyebut, beroperasinya penerbangan Lampung–Kuala Lumpur setiap hari menjadi babak baru bagi konektivitas internasional Lampung. Sebelumnya, penerbangan internasional dari Radin Inten II belum menjadi bagian dari pilihan perjalanan reguler masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, kebutuhan perjalanan untuk umrah juga menjadi salah satu potensi yang dapat ditopang oleh konektivitas ini. Pasalnya, Kuala Lumpur memiliki jaringan penerbangan internasional yang luas dan dapat menjadi salah satu titik transit bagi masyarakat Lampung yang melanjutkan perjalanan ke Timur Tengah.
Di sisi domestik, penerbangan Jakarta–Lampung melengkapi konektivitas baru yang dibangun Transnusa dari Radin Inten II. Dengan frekuensi hingga tiga kali sehari dan waktu tempuh sekitar 45–60 menit, rute ini memberikan alternatif perjalanan cepat antara Lampung dan Jakarta.
Baca Juga: TransNusa Ekspansi Rute Internasional, Bidik Semua Segmen Pasar
Jakarta juga memiliki fungsi yang lebih luas dalam jaringan Transnusa. Masyarakat Lampung dapat menggunakan Jakarta sebagai titik lanjutan menuju sejumlah destinasi domestik yang dilayani Transnusa, termasuk Yogyakarta, Denpasar, Lombok, dan Singkawang, serta destinasi internasional seperti Singapura, Guangzhou, dan Bangkok.
Untuk mendukung perjalanan pada kedua rute tersebut, Transnusa juga menghadirkan penawaran tarif khusus, dengan harga tiket Jakarta–Lampung mulai dari Rp 699.000, Lampung-Kuala Lumpur mulai dari Rp 1.599.000, dan Kuala Lumpur-Lampung mulai dari MYR 399.
Untuk melayani kedua rute baru tersebut, Transnusa mengoperasikan COMAC C909 berkapasitas 95 penumpang. Pemilihan armada ini disesuaikan dengan karakteristik rute dan estimasi permintaan pada tahap awal.
Menurut Datuk Bernard, C909 merupakan regional jet yang sesuai untuk penerbangan jarak relatif pendek seperti Jakarta–Lampung. Penggunaan pesawat dengan kapasitas yang sesuai juga memberikan fleksibilitas bagi Transnusa dalam mengembangkan rute baru sambil melihat perkembangan permintaan pasar.
“Untuk rute baru seperti ini, kalau kita memulainya dengan sekitar 50% load factor, itu sudah menjadi awal yang baik. Kami berharap dalam tiga sampai enam bulan bisa meningkat lebih dari 70%," imbuhnya.
Ia bilang, pihaknya melihat pengembangan rute sebagai proses yang mengikuti pertumbuhan permintaan. Dus, perusahaan akan terus mengevaluasi performa rute Lampung-Kuala Lumpur maupun Jakarta-Lampung, termasuk peluang peningkatan frekuensi dan penggunaan armada dengan kapasitas lebih besar.
Baca Juga: Transnusa Perkuat Rute Jakarta-Bangkok dan Bali-Phuket Lewat Kerja Sama dengan TAT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














