kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Tumpang tindih, konsensi anak usaha BYAN menciut


Selasa, 18 Juli 2017 / 16:08 WIB
Tumpang tindih, konsensi anak usaha BYAN menciut


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan bahwa anak usahanya, yakni PT Tiwa Abadi, mengalami penciutan wilayah tambang seluas 4 hektare. Hal ini disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Chin Wai Fong, Direktur Utama BYAN mengatakan, PT Tiwa Abadi memiliki izin usaha pertambangan eksplorasi dengan luas 5.000 hektare (ha) dengan lokasi di Tabang, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Namun pihaknya menciutkan wilayah tambangnya 4 ha karena adanya tumpang tindih lahan dengan PT Tanur Jaya.

"Adapun PT Tanur Jaya adalah perusahaan terafiliasi dari PT Tiwa Abadi, yang juga merupakan anak perusahaan perseroan yang dimiliki secara tidak langsung melalui Kangaroo Resources Limited," ujarnya dalam keterbukaan, Selasa (18/7).

Oleh karena itu, penciutan ini tidak akan menjadi masalah, karena tumpang tindih terjadi di atas kedua lahan konsensi milik anak usaha. "Tidak ada dampak material terhadap kegiatan usaha operasional perseroan," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dua anak usaha tersebut sudah mendapatkan status dan sertifikat clear and clean (CnC) dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×