kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Tupperware Resmi Tutup Operasional di Indonesia Setelah 33 Tahun


Senin, 14 April 2025 / 15:13 WIB
Tupperware Resmi Tutup Operasional di Indonesia Setelah 33 Tahun
Tupperware Indonesia pamit setelah 33 tahun beroperasi.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tupperware resmi menghentikan operasionalnya di Indonesia setelah beroperasi selama 33 tahun. 

Pengumuman ini disampaikan Tupperware Indonesia dalam lama instagram @tuppwerareid pada Sabtu (12/4).

“33 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu itu, Tupperware telah menjadi bagian dari dapur, meja makan, dan momen berharga keluarga Indonesia,” tulis Manajemen Tupperware Indonesia. 

Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025. Keputusan ini adalah bagian dari langkah global perusahaan.

Tupperware Brands Corporation telah memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya di sebagian besar negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Tupperware Batalkan Lelang, Setuju Diambil Alih Pemberi Pinjaman

Produsen alat makan asal Amerika Serikat (AS) itu mengucapkan terima kasih kepada  executive director, sales force dan konsumen untuk dukungannnya selama menjalankan bisnis di Indonesia.

“Kenangan selama 33 tahun ini akan selalu menjadi bagian dari cerita indah kami. Terima kasih telah menjadikan Tupperware lebih dari sekedar produk - Anda telah membuatnya menjadi bagian dari keluarga, momen, dan cerita yang penuh makna,” tambahnya.

Sebagai tambahan indormasi, saham Tupperware Brands mulai merosot pada tahun 2023 karena menimbulkan keraguan tentang kelangsungan usaha, menunda laporan tahunan, dan melanggar kewajiban kredit.

Pada bulan September tahun lalu, Tupperware Brands mengajukan kebangkrutan di pengadilan Delaware karena permintaan menurun, kerugian meningkat, saham merosot, dan utang meningkat.

Pada tanggal 22 Oktober, perusahaan tersebut setuju untuk menjual bisnisnya kepada sekelompok pemberi pinjaman dengan harga tunai sebesar $23,5 juta dan pelunasan utang sebesar lebih dari $63 juta. Seminggu kemudian, pengadilan menyetujui penjualan Tupperware Brands.

Baca Juga: Sejarah Tupperware, Masa Kejayaan, hingga Pamit dari Indonesia

Berdasarkan perjanjian penjualan dengan kreditor, pemberi pinjaman perusahaan akan diizinkan untuk membeli nama merek Tupperware dan operasinya di beberapa pasarnya. 

“Perusahaan juga akan menghentikan operasinya di pasar-pasar tempat ia memiliki kewajiban yang besar,” kata CEO Tupperware Laurie Ann Goldman, dikutip Reuters, pada Senin (14/4). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×