Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Efisiensi rantai pasok menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam memperluas pasar internasional. Selain mengandalkan ekspor, pengembangan kapasitas produksi di negara tujuan menjadi alternatif mendekatkan produksi dengan pasar sekaligus menekan biaya logistik.
Maka Turrima Agro Mass, anggota SyaREA World, melalui kerja sama alih teknologi dengan TMG International (Investment Group PLC Cameroon). Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki pengembangan kompleks pertanian dan pupuk organik terpadu seluas 25 hektare di Kamerun.
Founder dan CEO PT Turrima Agro Mass, Mulyono mengatakan, kerja sama ini merupakan pengembangan model bisnis perusahaan yang sebelumnya bertumpu pada ekspor pupuk organik ke sejumlah negara, termasuk Afrika dan Timur Tengah.
Menurut dia, pengiriman pupuk dari Indonesia ke Kamerun membutuhkan waktu sekitar 50–60 hari melalui jalur laut. Kondisi tersebut mendorong perusahaan menjajaki alih teknologi dan pengembangan produksi bersama mitra lokal.
“Kami memulai dari ekspor produk pupuk organik. Ke depan kami melihat peluang melangkah lebih jauh melalui) alih teknologi dan pengembangan sistem pertanian terpadu bersama mitra lokal,” ujar Mulyono, dalam keterangannya, Minggu (18/10).
Baca Juga: Revisi RKAB 2026 Disetujui, Perhatikan Pasokan DMO Batubara & Kebutuhan Smelter Nikel
Dalam konsep awal, kompleks tersebut mencakup empat area, yakni perkantoran dan laboratorium, pabrik pupuk organik, penyimpanan dan pengolahan bahan baku, serta fasilitas pertanian dan peternakan. Rencana pengembangan juga meliputi pemanfaatan bioteknologi pertanian dan budidaya tanaman.
Turrima Agro mulai memasuki pasar Afrika dan Kuwait pada tahun 2021, dengan permintaan saat itu sekitar empat hingga lima kontainer per tahun. Perusahaan berharap kerja sama ini membuka peluang pengembangan pasar sekaligus mendekatkan produksi dengan kebutuhan pertanian setempat.
Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat mengatakan, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi prioritas pemerintah Kamerun. Menurut dia, kondisi tersebut membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk menawarkan produk dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar setempat.
Presiden Direktur TMG International, Tebid Harmony Fongang juga mendorong pelaku usaha Indonesia menjajaki pasar Kamerun secara langsung dan mengembangkan teknologi bersama mitra lokal.
Meski demikian, proyek kompleks pertanian terpadu tersebut masih dalam tahap penjajakan. Realisasinya bergantung pada kajian teknis, kesiapan mitra, kebutuhan pasar, dan kesepakatan kedua perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














