Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan ekspansi kapasitas dan efisiensi produksi melalui pembangunan serta peremajaan delapan pabrik dalam lima tahun ke depan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat daya saing industri pupuk sekaligus meningkatkan efisiensi energi, kapasitas produksi dan keandalan operasional pabrik.
Direktur Operasi Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, transformasi perusahaan akan terus dilanjutkan untuk membangun Pupuk Indonesia yang lebih efisien dan kompetitif.
Baca Juga: Pendapatan Tumbuh 10% pada 2025, Pupuk Indonesia Genjot Revitalisasi dan Hilirisasi
"Ke depan, transformasi akan terus kami lanjutkan untuk membangun Pupuk Indonesia yang lebih efisien, agile, dan kompetitif," ujar Dwi seperti dikutip dari Kompas.com Senin (21/9/2026).
Dalam rencana tersebut, Pupuk Indonesia tidak hanya membangun fasilitas produksi baru, tetapi juga melakukan revamping terhadap sejumlah pabrik yang telah beroperasi. Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan konsumsi energi dan biaya operasional.
Salah satu proyek yang telah rampung adalah Revamping Ammonia Pabrik-2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Bontang, Kalimantan Timur. Proyek tersebut berhasil menurunkan konsumsi gas lebih dari 10% dan meningkatkan efisiensi operasional.
Pupuk Kaltim sebelumnya mengalokasikan sekitar Rp 900 miliar untuk proyek revamping Pabrik Ammonia-2 tersebut. Investasi berasal dari kas internal perusahaan dan fasilitas kredit investasi.
Penguatan fasilitas produksi menjadi penting bagi Pupuk Indonesia karena perusahaan memiliki kapasitas produksi pupuk sekitar 14,8 juta ton per tahun.
KONTAN sebelumnya mencatat kapasitas tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan pupuk nasional di tengah dinamika rantai pasok global.
Baca Juga: Transformasi Pupuk Indonesia Perkuat Pasokan Domestik dan Buka Peluang Ekspor Global
Selain meningkatkan efisiensi pabrik eksisting, Pupuk Indonesia juga mulai memperluas portofolio bisnis ke produk kimia bernilai tambah.
Perseroan menyebut pengembangan bisnis diarahkan menuju industrial and specialty chemical powerhouse, antara lain melalui pembangunan pabrik soda ash dan rencana pengembangan pabrik metanol.
Rencana soda ash tersebut sejalan dengan strategi pemanfaatan produk samping dari proses produksi pupuk.
Pupuk Kaltim menyiapkan pabrik soda ash berkapasitas 300.000 metrik ton per tahun dan 300.000 metrik ton amonium klorida per tahun. Proyek itu dirancang memanfaatkan CO2 dan amonia yang sudah tersedia dari proses produksi pupuk.
Diversifikasi tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis dan menciptakan nilai tambah dari aset serta bahan baku yang dimiliki grup Pupuk Indonesia.
Transformasi operasional juga mulai tercermin dalam kinerja keuangan. Laba Pupuk Indonesia melonjak 202% menjadi Rp 4,8 triliun dalam periode April 2025-April 2026.
Penndapatan Pupuk Indonesia meningkat dari Rp 81,6 triliun pada 2024 menjadi Rp 90,4 triliun pada 2025. Kenaikan tersebut membawa Pupuk Indonesia naik ke peringkat 14 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan, sekaligus menjadi BUMN dengan pendapatan terbesar ke-8.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Jajaki Pengembangan Pabrik Pupuk di Rusia, Target Operasi 2030
Di tingkat Asia Tenggara, posisi Pupuk Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 2026 juga naik dari peringkat 69 menjadi 68.
Penguatan kinerja tersebut berjalan bersamaan dengan perubahan tata kelola industri pupuk.
Perpres Nomor 6 Tahun 2025 menyederhanakan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, sedangkan Perpres Nomor 113 Tahun 2025 mengubah mekanisme subsidi dari skema cost-plus menjadi marked-to-market serta mengatur pembayaran bahan baku di muka.
Penyaluran pupuk bersubsidi pada 2025 tercatat mencapai 8.110.571 ton, naik 10,68% dari tahun sebelumnya. Sejak Oktober 2025, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20%.
Dengan kombinasi pembangunan pabrik baru, peremajaan fasilitas eksisting dan diversifikasi ke produk kimia, Pupuk Indonesia menargetkan transformasi tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat efisiensi dan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














