kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

TV berbayar bersaing jualan saluran HDTV


Rabu, 30 Maret 2011 / 08:00 WIB
TV berbayar bersaing jualan saluran HDTV
ILUSTRASI. Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar (kanan)


Reporter: Yudo Widiyanto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Persaingan antara TV berbayar makin sengit. Pasalnya masing-masing mulai menawarkan paket siaran beresolusi tinggi atau high definition (HD).

Sekadar info HDTV adalah standar televisi digital internasional yang memiliki gambar berkontur jelas dan dengan warna-warna matang. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia.

TV model ini, sebenarnya sudah dijual di tingkat ritel. Namun karena belum ada stasiun TV broadcasting di Indonesia yang berformat HD, bisnis siaran digital ini hanya mampu dimanfaatkan televisi berbayar. Pasalnya sebagian saluran televisi berbayar sudah memenuhi standar HDTV.

Indovision misalnya, sejak dua tahun lalu sudah menggandeng sejumlah vendor dari Korea dan Taiwan untuk decorder yang berfungsi menerima signal digital. Salah satu vendor yang Indovision gandeng adalah Samsung.

Berdasarkan catatan KONTAN, Indovision memasuki panjajakan dengan Samsung untuk pengadaan decorder sebanyak 150.000 sampai 200.000 decoder per tahun. Dengan nilai investasi pengadaan decorder senilai US$ 40 sampai US$ 80 per unit decorder.

Sekretaris Perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) Arya Mahendra Sinulingga bilang, Indovision memastikan sudah memiliki 4-5 saluran HD TV. Chanel ini akan siap dirilis. Memang jumlah ini memang masih terlalu sedikit dari jumlah saluran Indovision yang mencapai ratusan saluran.

Memang lebih kecil karena menurut Arya, Indovsion menilai masih melihat potensi pasarnya. Rencananya siaran ini ditujukan untuk kalangan premium."Kami melihat pasarnya masih A plus jadi segmen tertentu saja," ungkapnya.

Saat ini pelanggan TV berbayar Indovision mencapai 850.000. Menurut Marketing Product & PR Manager Indovision Winnie Sularto Indovision berharap bisa menjaring 10% dari total pelanggan Indovision. Adapun skema berlangganan, HD TV ini rencananya menjadi pelengkap berlangganan TV berbayar.

Jika ingin menambah saluran HD TV maka pelanggan harus menambah jumlah tarif tertentu. Sayang Indovision masih bungkam soal tarif berlangganannya."Kami belum bisa rilis tarifnya," ungkap Arya.

Pada bulan Agustus lalu, perusahaan TV kabel, PT First Media Tbk, menyusul meluncurkan layanan aplikasi siaran televisi HD untuk siaran HBO dan ESPN. Jika pelanggan First Media ingin dapat mengakses siaran HBO HD dan ESPN HD tersebut, pelanggan harus menambah perangkat dekoder tambahan dengan berlangganan Rp 100.000 per bulan.

Ia mengklaim saat ini memiliki pelanggan sebanyak 350.000 orang. Sedangkan pelanggan HD TV mencapai 5.000 pelanggan. Ia menilai saat ini potensi HD TV sangat besar. Memang menurut Wakil Direktur Utama First Media Dicky Moechtar konsumen belum banyak konsumen yang tahu tentang teknologi HD TV, karena itu First Media tahun ini akan banyak kampanye tentang HD TV."

Sementara itu Dwi Pramono Supervisor Program Advertising, PT. Cipta Skynindo dua tahun lalu lebih dahulu berjualan Chanel HD Chanel. Adapun saat ini Skynindo saat ini punya siaran 6 saluran HD TV dari asing.

Menurut Dwi saat ini total pelanggan Skyindo mencapai 100.000 orang, namun ia tidak memastikan berapa banyak pelanggan HD TV. Pasalnya selama ini skyindo menggabungkan saluran HD TV ke paket saluran reguler."Kami campur salurannya dengan reguler," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×