kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Uni Charm Bakal Bangun Pabrik Kedua Senilai US$ 27 Juta


Rabu, 09 Juni 2010 / 07:49 WIB


Reporter: Herlina KD |

KARAWANG. Produsen produk pembalut wanita dan popok bayi PT Uni Charm Indonesia melakukan ekspansi dengan mendirikan pabrik keduanya. Pabrik kedua ini merupakan perluasan pabrik pertamanya yang sudah didirikan sejak tahun 1997.

Presiden Direktur PT Uni Charm Indonesia Yoshihiro Miyabashi mengatakan, ekspansi pabrik ini dilakukan untuk memenuhi permintaan produk ini yang semakin meningkat. Rencananya, pabrik kedua ini akan memproduksi produk popok bayi sekali pakai (diapers). Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik kedua ini sebesar US$ 27 juta.

"Dengan beroperasinya pabrik kedua ini, nantinya pabrik Uni Charm akan meningkatkan kapasitas 2,5 kali lipat," kata Miyabashi dalam acara Peresmian pabrik kedua Uni Charm di Karawang, Selasa (8/6).

Miyabashi menambahkan, sebelumnya pabrik Uni charm yang pertama dibangun di Karawang, diatas lahan seluas 3,6 hektar dengan kapasitas produksi 80 juta pieces per bulan atau sekitar 960 juta pieces per tahun. Dengan pembangunan pabrik baru ini, nantinya kapasitas produksi Uni Charm akan mencapai sekitar 200 juta pieces per bulan atau setara dengan 2,4 miliar pieces.

Saat pertama kali beroperasi pada Februari 1998, Uni Charm memproduksi produk pembalut wanita (sanitary napkin). Mulai tahun 2000, Miyabashi bilang perusahaannya mulai masuk ke pasar popok bayi."Mulai Oktober 2008 kami mulai masuk ke pasar popok untuk orang dewasa," ujar Miyabashi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×