Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. RS PMI terus memperkuat transformasi digital untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional yang kian dinamis.
Sejak 2022, rumah sakit ini mengoptimalkan penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) teraMedik milik PT Terakorp Indonesia sebagai fondasi pengelolaan layanan berbasis digital.
Penerapan sistem ini membawa perubahan signifikan pada operasional rumah sakit. Proses layanan yang sebelumnya manual kini terdigitalisasi, mulai dari pendaftaran pasien hingga rekam medis elektronik terpusat.
Integrasi tersebut membuat alur pelayanan lebih cepat, akurat, dan memudahkan tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis.
Baca Juga: Kerja Sama BCA Digital–Telkomsel, Integrasi Pembayaran blu di MyTelkomsel
IT Manager RS PMI, dr. Arief Nugraha, menegaskan transformasi ini berdampak besar pada kinerja internal.
"Kami melihat transformasi besar pada alur pelayanan, dari pendaftaran hingga rekam medis elektronik terpusat yang mempercepat pengambilan keputusan klinis secara akurat," ujarnya dalam siaran pers seperti dikutip Jumat (1/5/2026).
Tak hanya meningkatkan kecepatan layanan, integrasi sistem juga memperkuat koordinasi antar unit seperti laboratorium, farmasi, hingga bagian keuangan.
Seluruh data kini terhubung dalam satu ekosistem digital, sehingga transparansi meningkat, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan klaim BPJS.
Sebelum implementasi teraMedik, proses klaim BPJS kerap terkendala oleh data yang tersebar. Kini, seluruh data terintegrasi sehingga proses klaim menjadi lebih cepat dan terkontrol.
Pelaporan keuangan antar unit pun lebih konsisten, sekaligus memudahkan manajemen dalam melakukan audit berbasis data yang lebih valid.
Di sisi operasional, integrasi sistem juga menyederhanakan koordinasi lintas departemen. Unit rawat jalan, rawat inap, farmasi, penunjang medis, hingga gudang kini bekerja dalam satu platform yang sama.
Baca Juga: Rasio Nasabah Aktif Bank Digital di Bawah 50%, Ini Strategi Krom Bank dan Allo Bank
Permintaan pemeriksaan dan peresepan obat dilakukan secara elektronik, sehingga mengurangi prosedur manual dan meminimalkan risiko kesalahan komunikasi.
Perubahan ini turut berdampak pada pengalaman pasien. Layanan yang saling terhubung antar unit membuat proses perawatan lebih efisien dan konsisten. Hal ini dinilai mampu meningkatkan kepuasan pasien sekaligus membangun kepercayaan dalam jangka panjang.
Ke depan, RS PMI berencana mengembangkan pemanfaatan teknologi analitik dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan.
Teknologi ini diharapkan mampu memprediksi beban layanan serta mendukung analisis data klinis guna mendorong pelayanan yang lebih preventif. Penguatan sistem keamanan data juga menjadi prioritas untuk menjaga kerahasiaan informasi medis pasien.
Baca Juga: Ekosistem Tetap Jadi Kunci Keberhasilan Bank Digital
Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing PT Terakorp Indonesia, Muhamad Epi Jarnel, memastikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan teknologi RS PMI.
Perusahaan tengah mengembangkan fitur berbasis AI untuk mendorong transformasi menuju konsep smart hospital, sekaligus memastikan keamanan data tetap sesuai regulasi yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













