Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. AirAsia menyambut baik berbagai upaya perdamaian dan stabilitas yang terus berkembang di kawasan serta melihat permintaan perjalanan udara tetap kuat di berbagai pasar utama.
Seiring dengan membaiknya kondisi regional, AirAsia terus memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi jaringan, serta mempercepat strategi pertumbuhan jangka panjang untuk mendukung konektivitas dan pariwisata di Asean.
Group CEO AirAsia, Bo Lingam, mengatakan bahwa AirAsia saat ini terus mengembalikan kapasitas penerbangan secara bertahap di seluruh jaringan grup dan menargetkan pemulihan kapasitas secara penuh pada Agustus 2026.
Baca Juga: Jelang Mandatori B50 pada Juli 2026, Gapki Pastikan Pasokan Bahan Baku CPO Aman
Sejalan dengan itu, AirAsia juga memperluas jaringan melalui pembukaan sejumlah destinasi baru, termasuk Busan, Bahrain, London, Batam, serta berbagai rute domestik lainnya.
“Langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di Asean yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi,” ungkap Bo Lingam, dalam siaran pers, Senin (22/6).
Ia melajutkan, AirAsia juga secara bertahap mengembalikan penawaran tarif hemat kepada para tamunya di seluruh jaringan.
Hal ini seiring tren penurunan harga avtur sehingga memberikan peluang bagi AirAsia untuk terus menghadirkan nilai terbaik bagi pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan perjalanan dan aktivitas ekonomi di kawasan.
Dalam dua kuartal terakhir, AirAsia terus memperkuat fondasi operasional melalui pengelolaan armada yang disiplin, optimalisasi jaringan, serta pengendalian biaya yang berkelanjutan.
Sejak April 2026, tujuh maskapai dalam Grup AirAsia secara konsisten mencatatkan rata-rata tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 85% di lebih dari 150 destinasi.
AirAsia juga terus mempercepat program modernisasi armada dengan menghadirkan pesawat Airbus A321LR yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20% per kursi dibandingkan generasi sebelumnya.
Ke depan, rencana pengoperasian Airbus A220 juga akan semakin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung upaya AirAsia untuk mempertahankan daya saing tarif dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Kami tetap fokus memperkuat operasional, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pemanfaatan teknologi berbasis AI dan data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif. Hasilnya, AirAsia kini menjadi organisasi yang lebih tangguh, lincah, dan siap menghadapi peluang pertumbuhan di masa depan," ujar Bo.
Menurut Bo, sektor penerbangan dan pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian berbagai negara di Asean. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama menjaga daya saing industri agar pemulihan dan pertumbuhan sektor ini dapat terus berlanjut.
Baca Juga: Kadin, Apindo, HKI Ungkap Dampak Pemadaman Listrik Bergilir Bagi Industri & Pengusaha
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













