Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memastikan pasokan bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) siap menyokong mandatori biodiesel 50% atau B50. Skema penyerapan untuk program ini dinilai tidak akan mengganggu stabilitas pasar domestik maupun kebutuhan untuk pasar global.
Ketua Umum Gapki, Eddy Martono mengungkapkan bahwa volume bahan baku yang dibutuhkan untuk pemenuhan kebijakan anyar ini masih berada dalam batas aman kemampuan produksi nasional.
Baca Juga: Pasokan Batubara Mengalir, PLN Klaim Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Berangsur Pulih
"Implementasi B50 bulan Juli 2026 masih aman sebab kebutuhan bahan baku CPO untuk enam bulan sekitar 1,74 juta ton, seharusnya ini tidak terlalu mengganggu," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (22/6/2026).
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar komoditas andalan ekspor ini terpantau mengalami koreksi imbas meredanya tensi geopolitik global belakangan ini. Eddy membenarkan alokasi volume tersebut sembari membeberkan dinamika pasar terkini.
"Harga CPO sedikit turun setelah ada kesepakatan damai Amerika Serikat dengan Iran," terangnya.
Kendati pasokan jangka pendek dinilai aman, Eddy memberikan catatan agar kebijakan ini tidak menekan kinerja perdagangan luar negeri Indonesia ke depan.
Ia berharap pemerintah terus menggenjot sektor hulu agar pemenuhan kebutuhan energi ramah lingkungan ini sejalan dengan stabilitas penerimaan negara.
"Yang paling utama adalah peningkatan produktivitas agar produksi naik dan peningkatan mandatory Biodiesel tidak mengurangi volume ekspor. Sehingga devisa negara tetap terjaga," pungkasnya.
Baca Juga: Kinerja Ciputra Development (CTRA) Terdampak Perlambatan Pasar Properti
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













