kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Usai Kanada, Indonesia akan Rampungkan 3 Perjanjian Dagang Lagi Tahun Ini


Kamis, 25 September 2025 / 21:57 WIB
Usai Kanada, Indonesia akan Rampungkan 3 Perjanjian Dagang Lagi Tahun Ini
ILUSTRASI. ICA-CEPA Resmi Diteken, Sejumlah Produk RI Nikmati Tarif 0%


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai penandatanganan perjanjian dagang Indonesia dengan Kanada (ICA-CEPA) pada 24 September 2025, pemerintah masih menyiapkan tiga perjanjian dagang lain yang ditargetkan diteken pada tahun ini.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, ketiga perjanjian tersebut adalah Reciprocal Tariff Agreement Indonesia–Amerika Serikat, Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA), dan Indonesia–Tunisia Preferential Trade Agreement (IT–PTA).

“Untuk I–EAEU FTA, penandatanganannya direncanakan bertepatan dengan momentum KTT EAEU pada Desember 2025. Sementara itu, untuk Indonesia–Tunisia PTA, kedua negara menargetkan penandatanganan tetap dilakukan pada tahun ini,” ujar Haryo kepada Kontan, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga: ICA-CEPA Resmi Diteken, Sejumlah Produk RI Nikmati Tarif 0%

Sebelum ini, pemerintah juga telah menandatangi perjanjian Indonesia dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) pada 22 September 2025 dan dengan Peru (IP-CEPA) pada 11 Agustus 2025.

Haryo menambahkan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah dalam proses finalisasi perjanjian internasional tersebut. 

“Dari aspek geopolitik, perjanjian dagang tidak hanya menyangkut kepentingan ekonomi, tetapi juga hubungan politik dan diplomasi dengan negara mitra maupun pihak ketiga,” jelasnya.

Baca Juga: Indonesia-Uni Eropa Resmi Teken IEU-CEPA

Selain itu, faktor kepentingan dan kesiapan domestik juga berpengaruh. 

“Terutama untuk mitra kerja sama yang sifatnya multi, seperti Uni Eropa, sering terjadi perubahan posisi di antara anggota mereka sehingga memerlukan waktu lebih lama,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×