kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Usai Lebaran, penambahan stok elpiji terus berlanjut


Rabu, 12 Juni 2019 / 13:08 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca Lebaran 2019 peningkatan penyaluran elpiji bersubsidi di wilayah Kepri masih berlanjut. Periode 7 hingga 11 Juni, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali menambah pasokan sejumlah 58.986 tabung per hari atau meningkat sebanyak hampir 12% dibandingkan konsumsi normal.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo menyampaikan peningkatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan elpiji di wilayah Kepri. “Guna memenuhi kebutuhan masyarakat, kami telah menambah penyaluran elpiji 3kg sehingga total penyaluran dari tanggal 1-11 Juni sebanyak 549.360 tabung,” ujar Roby dalam siaran pers, Rabu (12/6).

Ia menuturkan peningkatan penyaluran juga dilakukan pada pekan pertama lebaran. Periode 1 sampai 6 Juni, penambahan penyaluran elpiji 3 kg mencapai 9% di atas kondisi normal. Penyalurannya setara dengan 58.000 tabung per hari.

Satgas Pertamina pun terus meningkatkan pengawasan distribusi elpiji. Misalnya, pada Selasa (04/06) dilaksanakan peninjauan ke tiga agen yang berada di Kabupaten Tanjung Pinang untuk memastikan kelancaran distribusi dan keamanan stok elpiji bersubsidi.

Satgas juga kembali menekankan pada pangkalan untuk tidak menjual elpiji 3 kg kepada pengecer. Serta membatasi pembelian elpiji bersubsidi dua tabung per KTP, untuk mengantisipasi pembelian berlebih oleh pengecer.

"Kami menghimbau agar warga tidak mudah termakan isu kelangkaan. Bila muncul isu kelangkaan, biasanya warga panik sehingga menumpuk stok elpiji melebihi kebutuhan. Penumpukan seperti ini yang biasanya memicu antrian di pangkalan ," tutur Roby.

Untuk memastikan dapat memenuhi kebutuhan elpiji bersubsidi, ia bilang Pertamina juga mengantisipasi dengan memperkuat ketahanan stok LPG. Rata-rata stok yang tersedia di Depot LPG Tanjung Uban, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 18 hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×