kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.820   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prabowo Sebut Satu Desa Idealnya Miliki 1 MW PLTS, Begini Respon AESI


Senin, 17 Agustus 2026 / 14:46 WIB
Prabowo Sebut Satu Desa Idealnya Miliki 1 MW PLTS, Begini Respon AESI
ILUSTRASI. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (DOK/PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) merespon positif pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan setiap desa di Indonesia idealnya memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 Megawatt (MW). 

Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menilai, target tersebut sangat realistis untuk diwujudkan pada wilayah yang selama ini sulit terjangkau oleh jaringan kelistrikan nasional.

"Saat ini, AESI tengah merencanakan sandbox untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis komunitas. Karakter PLTS yang modular menjadikan target 1 MW per desa ini sebagai solusi untuk wilayah yang selama ini sulit dilayani jaringan kelistrikan, sekaligus membuka ruang pemanfaatan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan koperasi desa," ujarnya kepada Kontan, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Prabowo Targetkan Pengembangan PLTS 30 GW Tahun Ini, AESI Siapkan 4 Strategi Ini

Mada menjelaskan, dalam skema sandbox yang sedang disusun, AESI menempatkan pemerataan ekonomi warga dan pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama keberlanjutan proyek. 

Dia bilang, untuk memperkuat titik layanan di tingkat tapak, AESI membidik kerja sama strategis dengan Kementerian Koperasi guna memanfaatkan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai service centre resmi perawatan instalasi.

"Keberadaan titik layanan di tingkat desa ini memastikan perawatan pasca-pemasangan tetap terjaga, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pendapatan tambahan, yang pada akhirnya turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi di desa," terangnya.

Sebagai langkah konkret pendukung keandalan sistem, AESI akan menggelar program pelatihan teknis khusus bagi para perempuan di desa agar mampu melakukan pemeliharaan mandiri. 

Mada menuturkan, program pelatihan ini nantinya berada di bawah naungan Task Force Green Workforce dengan harapan ketersediaan tenaga ahli teknisi selalu siap di lokasi tanpa perlu bergantung pada kedatangan teknisi dari kota.

Lebih lanjut, Mada menambahkan, kendala utama keberlanjutan fasilitas energi di daerah selama ini terletak pada minimnya tenaga perawatan lokal di lapangan. Menurutnya, instalasi PLTS yang dibangun dengan baik sering kali berhenti beroperasi hanya karena tidak adanya pihak yang merawat sistem tersebut secara rutin setelah proses pembangunan selesai dilakukan.

"Selama ini perawatan PLTS di desa masih bergantung pada teknisi dari luar wilayah. Instalasi yang baik bisa berhenti berfungsi hanya karena tidak ada yang merawat. Kami ingin perempuan di desa memiliki keterampilan untuk menjaga sistem PLTS 1 MW ini, memberikan pendapatan tambahan, sekaligus menjaga keandalan aset negara di lapangan," pungkasnya.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Berantas 1.000 Tambang Ilegal, Pushep: Masih Marak Di Wilayah Lain

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah bakal mengejar target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 30 gigawatt (GW) pada tahun ini.

Dia bilang, penambahan kapasitas PLTS tersebut dilakukan beriringan dengan rencana penghentian pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Kita telah mulai dan akan membangun 100.000 megawatt atau 100 gigawatt energi dari matahari, energi surya," ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 dan Penyampaian RUU APBN 2027, Jakarta, Jumat (14/8/2026).  

Selain itu, program pendorong energi surya ini juga disiapkan hingga tingkat perdesaan guna menjamin pemerataan listrik di seluruh wilayah. Prabowo pun membidik setiap dasa setidaknya bisa merasakan aliran listrik tenaga surya itu. 

"Idealnya setiap desa bisa memiliki PLTS 1 megawatt. Ini ideal. Kalau desa itu mau siapkan lahan, kita bisa yakinkan bahwa mereka bisa dapat PLTS 1 megawatt 1 desa," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×