kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

Yusuf Mansur kembangkan bisnis properti Rubon dan Rukosbon, apa itu?


Rabu, 20 November 2019 / 20:49 WIB
ILUSTRASI. 14/02-YUSUF MANSUR. Ustad Yusuf Mansur. KONTAN/Fransiskus Simbolon/14/02/2019


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

Untuk proyek pertama, ia mengembangkan di atas lahan 100 meter persegi (m2) saja. Luas bangunan diberi jatah 60 m2 saja.

Sisanya akan dijadikan kebon. Menurutnya, dari luas tersebut apabila dijadikan sebagai tempat kos dapat memiliki 6-8 kamar.

Yusuf Mansur mengemukakan bahwa konsep bisnis yang dia tawarkan terbilang unik. Dia enggan melakukan akuisisi tanah milik orang lain melainkan mengajaknya bekerja sama.

"Jadi, kami akan undang semua orang yang punya tanah menganggur dan akan kami kelola. Sehingga, nantinya penghasilan dengan sistem bagi hasil," jelasnya.

Baca Juga: PayTren beroperasi lagi, Yusuf Mansur siapkan sejumlah rencana

Lebih jauh, Yusuf tidak memasang syarat luas tanah yang akan dia kelola. Dengan tanah seluas 3.000 m2 saja sudah bisa dikembangkannya.

Dari sana, pemilik tanah cukup melakukan investasi sebagai biaya manajemen sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 1,2 miliar yang akan dia kelola selama 5 tahun.

Selain itu, ia ingin kawasan di sekitar proyek pengembangan juga mengusung konsep green clean. Karenanya, ia mengaku selokan di sekitar proyeknya akan berisi ikan.

"Jadi kami mengadopsi teknologi Jepang, tapi yang akan membuat anak ITS," lanjutnya.

Baca Juga: Yusuf Mansur ingin koperasi jadi investor berbagai proyek




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×