kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Utang BUMN Tembus Rp 1.500 T, Erick Thohir: Masih Sehat


Kamis, 29 September 2022 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. Menteri BUMN Erick Thohir bersama Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Pahala Nugraha Mansury saat pemaparan kinerja portofoliio BUMN di Jakarta (28/9/2022).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laporan keuangan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat utang seluruh perusahan pelat merah tembus Rp 1.500 triliun.

Meski demikian, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, jumlah utang jauh lebih kecil dibandingkan dengan equity atau modal investasi BUMN sebesar Rp 4.200 triliun.

"Artinya apa? Probabilitas perbandingannya itu kira-kira 35 persen antara utang dengan tentunya equity. Artinya juga kembali sehat," jelas Erick di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (28/9).

Baca Juga: Menteri Erick Thohir: 70% Dana PMN untuk Penugasan BUMN

Meski laporan keuangan konsolidasi BUMN dicatatkan sehat, Erick tidak menutup mata bahwa masih ada perusahaan yang kinerja keuangannya masih terkoreksi alias tidak sehat.

"Nah karena itu kita sejak awal membentuk yang namanya portofolio daripada perbaikan BUMN-BUMN itu," ujar Erick

Sebelumnya Erick melaporkan pendapatan BUMN 2021 meningkat menjadi Rp 2.292,6 triliun atau tumbuh 18,8 persen dibandingkan tahun 2020.

Erick juga mencatat restrukturisasi utang dan penurunan tingkat bunga pinjaman tahun lalu mengakibatkan penurunan beban utang konsolidasi dari yang semula Rp 91,5 triliun pada 2020 menjadi Rp73,5 triliun di 2021.

"Beban bunga utang konsolidasi juga turun karena kita melakukan restrukturisasi dan menurunkan tingkat bunga pada tahun lalu," kata Erick.

Kondisi ini membawa BUMN memperoleh laba bersih perseroan 2021 meningkat menjadi Rp124,7 triliun. Jumlah laba bersih tersebut naik 838,2% dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp13,3 triliun.

Baca Juga: Kementerian BUMN akan Benahi Dana Pensiun Pelat Merah, Simak Rencananya

Erick menilai salah satu efisiensi yang dilakukan dan memberikan dampak signifikan adalah pembentukan klaster BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×