Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memperkuat posisinya sebagai manufaktur kendaraan listrik nasional dengan mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.
Melalui gelaran VKTR Day, perusahaan menegaskan pergeseran perannya dari tahap pengembangan menuju implementasi komersial. Hal ini tercermin dari pengiriman unit ke berbagai sektor, kerja sama industri, serta capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah melampaui 40%.
CEO VKTR A. Ardiansyah Bakrie mengatakan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan sinergi antara industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal dapat memberi dampak ekonomi berkelanjutan.
“Penguatan manufaktur lokal menjadi fondasi strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Kebijakan, kesiapan industri, dan implementasi di lapangan harus berjalan paralel,” ujar Ardiansyah dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Strategi Summarecon (SMRA) Jaga Porsi Recurring Income 25%-30% di Tahun 2026
Dalam diskusi yang melibatkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, dan Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML), dibahas pentingnya sinkronisasi kebijakan dengan kesiapan industri, termasuk dampak sosial dan lingkungan dari adopsi kendaraan listrik.
VKTR juga menyoroti peluang elektrifikasi transportasi sebagai bagian dari transisi energi nasional. Untuk mendukung strategi berbasis data, Bakrie Center Foundation menjalin kemitraan dengan BloombergNEF sebagai penyedia riset dan analisis energi dan kendaraan listrik.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan antara Presiden Komisaris VKTR Anindya Bakrie dan perwakilan BloombergNEF.
Dari sisi realisasi bisnis, VKTR menyerahkan 10 unit kendaraan listrik kepada pemerintah daerah, terdiri dari lima unit compactor untuk Dinas Lingkungan Hidup dan lima unit dump truck untuk Sumber Daya Air.
Kendaraan tersebut digunakan untuk pengangkutan sampah perkotaan yang akan diolah menjadi energi, sehingga mendukung program Waste-to-Energy (WTE) dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi dan pengelolaan limbah.
Selain itu, VKTR menandatangani nota kesepahaman dengan PT Panah Perak Megasarana untuk penyediaan truk listrik distribusi pelet biomassa, dengan dukungan PT PLN Energi Primer Indonesia. Pelet biomassa akan diolah menjadi energi, sehingga integrasi kendaraan listrik masuk ke dalam rantai nilai energi terbarukan.
“Integrasi mobilitas listrik dalam rantai nilai Waste-to-Energy menunjukkan sektor transportasi dapat berkontribusi langsung pada transisi energi nasional,” ujar Direktur VKTR V. Bimo Kurniatmoko.
VKTR juga memaparkan portofolio pengiriman kendaraan listrik di berbagai segmen. Perusahaan telah menyerahkan tiga unit bus listrik kepada perusahaan pertambangan milik negara untuk mobilisasi karyawan.
Di sektor transportasi publik, VKTR telah mengirimkan 50 unit bus listrik untuk Transjakarta melalui operator DAMRI dari total 80 unit pesanan. Sebanyak 30 unit lainnya telah dirakit dan memasuki tahap karoseri.
Di sektor pendidikan, VKTR tengah memproduksi dua unit shuttle bus listrik berukuran 8 meter untuk institusi pendidikan di Jawa Tengah yang ditargetkan dikirim pada akhir kuartal II-2026. Perusahaan juga mengantongi pesanan bus listrik dari pengembang properti di Jakarta pada awal tahun ini.
Melalui ekspansi portofolio tersebut, VKTR menargetkan perluasan penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi publik, logistik, pertambangan, hingga pengelolaan limbah, sejalan dengan strategi penguatan manufaktur dalam negeri.
Ke depan, VKTR menyatakan akan fokus pada peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok lokal, serta perluasan kerja sama lintas sektor untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dan berdaya saing.
Selanjutnya: Harga Komoditas Global Kompak Naik pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Menarik Dibaca: 7 Manfaat Konsumsi Buah Blackberry secara Rutin untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













