Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo
Selain CPO, DSNG juga berhasil mencatatkan pertumbuhan volume penjualan pada lini penjualan tertentu di segmen usaha produk kayu. Sepanjang tahun 2019 lalu, penjualan untuk produk panel tercatat sebesar 97.000 m³ atau meningkat sekitar 15% dibanding tahun 2018.
Hal ini juga diiringi dengan kenaikan pada nilai penjualan produk panel yang bertumbuh sekitar 13% year-on-year (yoy) menjadi Rp 572 miliar.
Di sisi lain, volume penjualan produk engineered flooring tercatat menurun sekitar 15% menjadi 932.000 m² menyusul turunnya permintaan dari pasar ekspor. Meski demikian, perseroan mengatakan bahwa secara umum segmen usaha produk kayu masih memberikan kontribusi positif dalam pendapatan perseroan.
Baca Juga: Harga CPO terpuruk, ini lima fakta mengenai aksi boikot CPO Malaysia oleh India
Ke depannya, perseroan optimis bisnis sawit akan memiliki prospek yang lebih baik, mengingat harga kontrak penjualan CPO yang mulai bergerak naik sejak kuartal IV 2019 menyusul kenaikan harga CPO global yang diakibatkan oleh berkurangnya stok CPO global.
“Kami memperkirakan harga CPO akan terus bergerak naik pada tahun 2020 dibandingkan tahun lalu karena berkurangnya stok CPO dan mulai seriusnya penerapan mandatory biodiesel di Indonesia dan Malaysia,” jelas Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo dalam siaran persnya, Kamis (30/01).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News