Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk mencatatkan kinerja yang ciamik di sepanjang tahun 2019. Tahun lalu, emiten sawit yang memiliki kode saham DSNG ini mencatat penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 666.000 ton atau naik sekitar 46% dibandingkan penjualan CPO di tahun 2018.
Manajemen DSNG menyebutkan bahwa kenaikan pada penjualan CPO didorong oleh kenaikan yang terjadi pada sisi produksi. Asal tahu saja, produksi CPO perseroan di tahun 2019 meningkat sekitar 25% dibanding tahun sebelumnya menjadi sebanyak 610.000 ton.
Baca Juga: Tahun Ceria bagi Emiten Sawit, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham CPO
Sementara itu, kenaikan yang terjadi pada volume produksi sendiri tidak terlepas dari tambahan produksi CPO dari dua pabrik kelapa sawit (PKS) milik perkebunan yang diakuisisi oleh DSNG pada akhir tahun 2018 lalu.
Pasalnya, dari sebanyak 610.000 ton CPO yang diproduksi, dua kebun yang diakuisisi oleh perseroan memberikan kontribusi sekitar 95 ribu ton CPO atau setara dengan 16% dari total produksi CPO.
Selebihnya, kenaikan yang terjadi pada volume penjualan CPO di sepanjang tahun 2019 juga didorong oleh penjualan sisa persediaan di tahun 2018.
Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Mengungkit Produksi CPO
Selain CPO, DSNG juga berhasil mencatatkan pertumbuhan volume penjualan pada lini penjualan tertentu di segmen usaha produk kayu. Sepanjang tahun 2019 lalu, penjualan untuk produk panel tercatat sebesar 97.000 m³ atau meningkat sekitar 15% dibanding tahun 2018.
Hal ini juga diiringi dengan kenaikan pada nilai penjualan produk panel yang bertumbuh sekitar 13% year-on-year (yoy) menjadi Rp 572 miliar.
Di sisi lain, volume penjualan produk engineered flooring tercatat menurun sekitar 15% menjadi 932.000 m² menyusul turunnya permintaan dari pasar ekspor. Meski demikian, perseroan mengatakan bahwa secara umum segmen usaha produk kayu masih memberikan kontribusi positif dalam pendapatan perseroan.
Baca Juga: Harga CPO terpuruk, ini lima fakta mengenai aksi boikot CPO Malaysia oleh India
Ke depannya, perseroan optimis bisnis sawit akan memiliki prospek yang lebih baik, mengingat harga kontrak penjualan CPO yang mulai bergerak naik sejak kuartal IV 2019 menyusul kenaikan harga CPO global yang diakibatkan oleh berkurangnya stok CPO global.
“Kami memperkirakan harga CPO akan terus bergerak naik pada tahun 2020 dibandingkan tahun lalu karena berkurangnya stok CPO dan mulai seriusnya penerapan mandatory biodiesel di Indonesia dan Malaysia,” jelas Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo dalam siaran persnya, Kamis (30/01).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News