kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Wah! Stasiun Palmerah akan tampil mewah


Jumat, 19 Juli 2013 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Cara Cek Tingkat Persaingan Prodi, Kenali Sebelum Daftar SNMPTN di Portal.ltmpt.ac.id


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pembenahan stasiun kereta di Jabotabek yang sedang dikerjakan saat ini bukan hanya dikerjakan oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) saja.

Pemerintah lewat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga turut membiayai proyek pembenahan salah satu stasiun, diantaranya adalah Stasiun Palmerah.

Tundjung Inderawan, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kemenhub menyebutkan, pembangunan Stasiun Palmerah sepenuhnya dibangun dengan dana APBN.

Stasiun yang berlokasi dekat Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu akan menjadi stasiun dengan bangunan yang besar dan mewah.

"Stasiun Palmerah akan dilengkapi dengan eskalator yang dilengkapi selasar menuju Gedung DPR dan Manggala Wanabakti," jelas Tundjung kepada KONTAN, Kamis (18/7).

Tundjung bilang, dengan desain seperti itu, penumpang yang akan pindah peron dan yang akan keluar stasiun bisa mengaksesnya melalui jalur atas atau layang. Tidak seperti saat ini, penumpang mesti menyeberang jalan yang terkadang menimbulkan kemacetan.

Jika Stasiun Palmerah dengan wajah baru itu rampung, Tundjung mengimbau pekerja di Kementerian Kehutanan, pekerja di DPR bahkan anggota DPR naik kereta sebagai moda transportasi. "Semoga saja anggota DPR juga mau menggunakannya," jelas Tundjung.

Tundjung mengatakan, saat ini pembenahan stasiun masih dalam proses pembangunan yang akan selesai tahun depan. Dia bilang, proyek itu akan digunakan dengan kontrak tahun jamak dengan nilai total Rp 36 miliar.

"Tahun 2013 Rp 11 miliar dan tahun 2014 Rp 25 miliar. Sumber dana APBN Ditjen Perkeretapian Kemenhub," kata Tundjung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×