Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup teknologi Wartsila telah mencapai tonggak penting dalam transisi energi bersih dengan berhasil memvalidasi mesin hidrogen murni Wartsila 31H2 untuk memasok listrik ke jaringan nasional Spanyol.
Wartsila telah memulai validasi mesin hidrogen 100% terbaru di Bermeo, Spanyol utara, untuk memasok jaringan listrik nasional Spanyol. Ini menjadi demonstrasi pertama di dunia untuk mesin hidrogen skala besar yang benar-benar menggunakan 100% hidrogen.
Uji coba ini menunjukkan bahwa mesin pembangkit listrik dapat beroperasi sepenuhnya dengan bahan bakar bersih, sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi terbarukan. Teknologi ini dianggap penting karena energi angin dan surya bersifat tidak stabil, sehingga membutuhkan sumber daya fleksibel untuk menjaga kestabilan jaringan listrik.
Mesin yang digunakan, Wartsila 31H2, merupakan bagian dari platform Wartsila 31 dan disebut sebagai mesin hidrogen murni terbesar di dunia saat ini. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan listrik tanpa emisi karbon saat menggunakan hidrogen hijau.
Baca Juga: Energi yang Andal Tak Hanya Soal Pasokan, Tapi Juga Memperhatikan Kualitas
Direktur Strategi Teknologi & Dekarbonisasi Wartsila, Rasmus Teir, menyebut uji coba mesin hidrogen 100% sebagai langkah penting bagi masa depan energi terbarukan. “Percepatan penggunaan energi angin dan surya menuntut solusi yang mampu menjaga pasokan listrik tetap stabil saat produksi turun atau permintaan melonjak,” kata Teir dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Saat ini, mesin Wartsila 31H2 telah beroperasi menggunakan 100% hidrogen dan menyalurkan listrik ke jaringan nasional Spanyol. Teir mengatakan, hal ini membuktikan bahwa mesin hidrogen skala besar dapat berfungsi sebagai sumber daya fleksibel dan terjadwal untuk mendukung sistem energi berbasis terbarukan.
Teir menegaskan bahwa teknologi tersebut sudah terbukti siap digunakan. Tantangan selanjutnya adalah mempercepat skalanya melalui dukungan regulasi yang jelas, kepastian investasi, serta pengembangan infrastruktur hidrogen untuk mendorong transisi energi bersih.
Mesin berbasis Wartsila 31 dirancang untuk mendukung industri berintensitas energi tinggi seperti pusat data, manufaktur, dan operasi off-grid dengan pembangkitan listrik yang fleksibel dan berkelanjutan.
Baca Juga: Konektivitas Digital Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Spanyol dipilih sebagai lokasi uji coba karena perannya sebagai pelopor energi terbarukan dan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sehingga cocok untuk menguji potensi teknologi hidrogen. Pada Juni 2026, pelanggan global Wartsila menyaksikan langsung pengoperasian mesin tersebut sebagai tonggak validasi komersial.
Di Indonesia, Wartsila bersama PLN Indonesia Power telah membuktikan kesiapan teknologi ini melalui uji campuran hidrogen di PLTD Pesanggaran, Bali (November 2025), dengan kadar hingga 23% pada beban parsial, menghasilkan efisiensi lebih baik dan emisi CO₂ lebih rendah dibandingkan gas alam murni.
Menurut Kari Punnonen, Energy Business Director Australasia, Wartsila Energy, uji di Bermeo dan Bali menunjukkan fleksibilitas mesin Wartsila terhadap bahan bakar dan mendukung transisi energi bersih, termasuk di Indonesia melalui kolaborasi dengan mitra lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














