Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Paramount Land terus memperkuat pengembangan area komersial di kawasan Gading Serpong. Hal ini sejalan dengan perkembangan pesat kawasan kota mandiri tersebut dan meningkatnya jumlah penduduk yang mendorong permintaan produk-produk komersial.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk di kawasan kota mandiri Gading Serpong menembus angka 120.000 jiwa. Secara lebih spesifik, untuk area yang dikembangkan oleh Paramount Land saja, jumlah penghuninya telah mencapai sekitar 70.000 jiwa.
Terbaru, Paramount Land memperkenalkan kawasan komersial baru di area pusat bisnis Gading Serpong seluas 6 hektare (ha) yang diberi nama Victoria Central District. Area ini akan dikembangkan sebagai kawasan komersial premium karena lokasinya yang sangat strategis, yakni menghadap Jalan Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 yang dilewati 15.000 kendaraan per jam.
Tahap pertama, Paramount Land meluncurkan dua produk sekaligus di kawasan tersebut, yakni Victoria Business Loft dan Oxford Square–YOSECA Loft. Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menyebut kedua produk itu dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan ruang-ruang bisnis dengan ukuran yang lebih luas di kawasan Gading Serpong.
“Produk yang kami tawarkan ini berbeda dengan produk komersial sebelumnya yang sudah diluncurkan. Ini menarik karena lokasinya yang sangat premium,” jelasnya, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Permintaan Properti Komersial Masih Tumbuh, Gading Serpong Gaspol Tawarkan Peluang
Sementara itu, Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, menjelaskan Victoria Business Loft akan dihadirkan sebanyak 18 unit, tetapi pada tahap pertama akan dipasarkan 10 unit terlebih dahulu. Produk rumah kantor ini memiliki luas tanah 12 x 20 meter dan 14 x 20 meter dengan luas bangunan 1.500 meter persegi (m²) hingga 1.700 m².
Victoria Business Loft dibanderol dengan harga mulai Rp49,5 miliar. “Tahun ini, produk ini ditargetkan terjual sebanyak lima unit dengan target marketing sales Rp200 miliar,” ujar Ferry.
Sementara itu, Oxford Square–YOSECA Loft dibangun sebanyak 31 unit yang dihadirkan dengan luas tanah 5 x 17 meter dan luas bangunan 300 m². Produk ruko ini dibanderol dengan harga mulai Rp7 miliar. Seluruh unit tersebut ditargetkan ludes terjual tahun ini dengan target marketing sales Rp200 miliar.
Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, menjelaskan Victoria Business Loft mengusung desain ikonik dengan Urban Lantern Facade, fasad semi-transparan berlampu, serta Curtain Wall yang memberikan kesan eksklusif.
Fitur lainnya meliputi high ceiling dengan mezzanine di lantai dasar, lobi megah, rooftop lounge, private lift, dan basement parking eksklusif. Setiap unit terdiri dari 6,5 lantai (plus semi-basement) dan dilengkapi fasilitas modern seperti AC cassette, IP CCTV, grease trap, dan filter air.
Baca Juga: Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Pusat Komersial
Oxford Square–YOSECA Loft menawarkan konsep fleksibel YOSECA (Your Own Style Expandable Commercial Area) yang memungkinkan desain ruang sesuai kebutuhan bisnis. Desainnya modern klasik dengan fasad bata, logo "V" ikonik, double access yang terhubung ke Pasar Modern, serta alfresco terrace. Unit berukuran besar (L5x17) dengan empat lantai dan dilengkapi AC di tiap lantai, CCTV, grease trap, dan filter air.
Hadirkan GrandLucky
Untuk menyukseskan pengembangan kawasan Victoria Central District, Paramount Land menghadirkan GrandLucky Superstore sebagai anchor tenant. Kehadiran jaringan ritel swalayan premium ini diharapkan dapat membuat kawasan komersial tersebut berkembang dan menjadi kawasan mixed-use dengan tenant hasil kurasi khusus.
Chrissandy bilang, kerja sama Paramount Land dengan GrandLucky memiliki jangka waktu lebih dari 10 tahun. Pembangunan superstore ini sudah memasuki tahap desain dan ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2027.
“Adanya anchor tenant ini merupakan upaya kami memastikan bahwa ruko yang akan dihadirkan di kawasan ini nantinya akan terisi,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan ini juga akan memberikan insentif bagi pelaku usaha yang akan membuka usaha di produk komersial Victoria Central District. Dia menambahkan bahwa kawasan ini dirancang sebagai destinasi komersial terpadu yang menggabungkan bisnis, ritel, kuliner, lifestyle, dan komunitas, bukan sekadar deretan unit usaha.
Baca Juga: Paramount Gading Serpong Dorong Pertumbuhan Lewat Konsep Kawasan Terintegrasi
Penjualan dimulai 23 Juni 2026 untuk Victoria Business Loft dan 26 Juni–27 Juli 2026 untuk Oxford Square–YOSECA Loft, dengan berbagai skema pembayaran seperti KPR, tunai bertahap, dan promo khusus termasuk cicilan DP serta gratis IPL (24 bulan untuk Victoria dan 12 bulan untuk Oxford).
“Untuk Victoria Business Loft, kami menawarkan DP 15% dan skema pembayaran tunai bertahap hingga 36 kali. Dengan skema itu, angsurannya hanya Rp220 juta per bulan. Ini strategi kami memasarkan produk ini di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang,” jelas Chrissandy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














