kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,96   -12,32   -1.22%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Waskita Beton (WSBP) Bidik Kontrak Baru Hingga Rp 3,5 Triliun Pada Akhir 2022


Rabu, 05 Oktober 2022 / 13:35 WIB
Waskita Beton (WSBP) Bidik Kontrak Baru Hingga Rp 3,5 Triliun Pada Akhir 2022
ILUSTRASI. Produk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) pada proyek infrastruktur.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan kontrak baru dalam kisaran Rp 2,5 triliun hingga Rp 3,5 triliun di tahun 2022.

Direktur WSBP Asep Kurnia menjelaskan, di tahun ini Waskita Beton menargetkan kontrak baru akan ada di sekitar Rp 2,5 triliun sampai Rp 3,5 triliun.

“Kemudian pendapatan usaha kami targetkan di sekitar Rp 1,8 triliun hingga Rp 2,2 triliun dan laba kotor yang mungkin nanti Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar di akhir tahun 2022,” kata Asep dalam paparan publik secara virtual, Rabu (5/10).

Asep menjelaskan, strategi WSBP untuk mencapai target tersebut ialah dengan menjalankan program transformasi, meningkatkan produktivitas, dan manajemen likuiditas yang baik.

Baca Juga: Waskita Beton (WSBP) Targetkan Suplai Produk Proyek Tol Kataraja Rampung di 2023

Di sepanjang tahun ini WSBP menganggarkan belanja modal Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar. Asep bilang, tahun ini pihaknya tidak fokus membangun aset baru karena aset eksisting sudah lebih dari cukup.

Alokasi capex di tahun ini paling besar untuk pemeliharaan dan dalam rangka penguatan kemampuan kapasitas pabrik untuk bisa memasok kegiatan dan permintaan pasar.

Asep menjelaskan lebih jauh, tahun ini merupakan tahun restrukturisasi sehingga belanja modal angkanya tidak terlalu signifikan. “Kalaupun ada, lebih pada maintenance alat-alat investasi dan pendanaan bersumber dari internal perusahaan,” terangnya.

Sekretaris Perusahaan WSBP Fandy Dewanto menjelaskan, sampai dengan September 2022, Waskita Beton telah mencatatkan kontrak baru senilai Rp 1,15 triliun. Jumlah itu naik 4% secara tahunan, mengingat di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,11 triliun.

“Nilai kontrak baru ditopang dari proyek Waskita Karya Holding seperti proyek infrastruktur PMN dan proyek Penjaminan Pemerintah. Jadi memang tahun in kami menjadi vendor prioritas, mayoritas kapasitas kami mendukung proyek Waskita Karya,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

 

 

Maka itu di dalam materinya, kontrak baru yang diraih oleh WSBP sampai dengan September 2022 paling banyak didapat dari internal yakni 76% dari total kontrak dan 24% dari eksternal. Adapun di tahun ini, raihan kontrak WSBP juga dominan dari BUMN di mana sekitar 85% dari total kontrak dan sisanya 15% dari swasta.

Dalam paparannya, tipe kontrak yang diraih WSBP berdasarkan lini bisnis sebanyak 53% didapatkan dari precast, diikuti dari jasa konstruksi 26%, dan sisanya 21% dari readymix.

Proyek ongoing, Jalan Tol Kataraja (Kamal Teluk Naga Rajak Balaraja) dimiliki PIK Group, kemudian Jalan Toal Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), dan Osaka Resience PIK 2.

Dari sisi keuangan, struktur modal WSBP telah mencatatkan nilai ekuitas positif senilai Rp 2,5 triliun dari yang sebelumnya ekuitas negatif hingga Rp 2,9 triliun. Menurut Fandy ini menjadi hal yang penting bagi perusahaan karena ketika ekuitas positif, pihaknya dapat mengikuti tender dari pemerintah dan swasta.

Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa pendapatan usaha dan produksi WSBP hingga Juni 2022 mengalami peningkatan baik itu kuartal ke kuartal maupun tahun ke tahun.

Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) Genjot Penyelesaian Proyek Jalan Tol KAPB Tahap II

Hingga semester I 2022, pendapatan usaha Waskita Beton tumbuh menjadi Rp 744 miliar atau tumbuh hingga 81% yoy dari yang sebelumnya Rp 411 miliar di Juni 2021.

Pendapatan WSBP selama semester I-2022 ditopang oleh tiga segmen bisnis utama perusahaan. Yakni, beton precast, readymix, dan jasa konstruksi (instalasi precast).

WSBP berhasil membukukan pendapatan terbesar dari segmen jasa konstruksi yang meningkat 352% atau Rp 261 miliar dibandingkan semester I-2021. Lalu dari segmen beton precast tumbuh sebesar 49,3% atau Rp 320 miliar periode yang sama tahun lalu dan segmen readymix naik 17,5% atau menyumbang pendapatan sebesar Rp 161 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Adapun laba kotor WSBP juga meningkat 12% yoy menjadi Rp 104 miliar karena terdampak implementasi atas perjanjian perdamaian WSBP.Sejalan dengan itu, laba bersih WBSP melonjak hingga Rp 1,42 triliun dari yang sebelumnya rugi bersih Rp 154 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×