Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) meresmikan proyek Gedung Siti Baroroh Baried Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB) di Yogyakarta. Proyek bernilai sekitar Rp 131 miliar ini telah dirampungkan pada awal Agustus lalu.
Peresmian dilakukan langsung oleh Rektor UGM Prof Ova Emilia, didampingi oleh Hadir pula segenap pimpinan universitas, guru besar, serta sivitas akademi UGM.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menyatakan Waskita Karya juga berupaya menciptakan RTH di lingkungan kampus FIB UGM. Terlihat pada posisi gedung yang dikelilingi beragam pepohonan.
“Area hijau tidak hanya membuat tampilan gedung lebih indah dan asri, tapi juga mendukung kualitas udara yang lebih baik sekaligus bagian dari upaya melestarikan alam. Diharapkan seluruh bagian dari Gedung C FIB UGM dapat mendorong berbagai kegiatan perkuliahan,” kata Paulus dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: BRIN-WIKA Kolaborasi Kembangkan Teknologi Beton hingga SMR Nuklir
Bangunan di depan Jalan Nusantara ini terdiri dari delapan lantai yang peruntukkan sebagai Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora. Dilengkapi ruang pameran, auditorium, amphitheater, serta co-working space, perpustakaan, musala, dan ruang kelas.
Sementara konsep desainnya, mengusung padepokan berkarakter budaya Nusantara yang diwujudkan melalui gerbang Candi Bentar Majapahit. Material bata berwarna merah pun digunakan, demi menunjukkan identitas fakultas tersebut.
“Bangunan juga menggunakan konsep green building. Salah satunya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di area atap,” jelasnya.
Paulus yakin, Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM akan menjadi fasilitas yang mendorong pengembangan riset dan kegiatan akademik pada bidang humaniora, mencakup sejarah, linguistik, sastra, arkeologi, antropologi, hingga kajian pariwisata. Keberadaan sarana pendidikan ini merupakan salah satu kontribusi Perseroan dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan di Tanah Air.
“Menjelang bonus demografi pada 2045 mendatang, kami menyadari pentingnya peningkataan sarana dan fasilitas pendidikan di berbagai tingkatan, guna mencetak para pemimpin di masa depan,” tutur dia.
Perlu diketahui, sebelumnya Waskita telah menyelesaikan pembangunan gedung pertemuan serbaguna ikonik milik UGM yakni Grha Sabha Pramana (GSP) dan Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Sejumlah kampus besar turut dikerjakan oleh Perseroan, di antaranya Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan dan Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) serta Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Jawa Barat.
Baca Juga: Industri Baja RI Hadapi Tiga Lapis Hambatan Perdagangan Global
Kemudian terlibat dalam pembangunan Konstruksi Politeknik Negeri Media Kreatif di Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta Gedung Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Konstruksi Politeknik Negeri Malang (PNM) di Jawa Timur. Ada pula Gedung Kuliah Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Jawa Barat dan Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) di Sulawesi Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














