kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

WhatsApp Tumbang, APJII Menyarankan Masyarakat Jangan Tergantung Satu Aplikasi


Rabu, 26 Oktober 2022 / 08:58 WIB
ILUSTRASI. The Whatsapp logo and binary cyber codes are seen in this illustration taken November 26, 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemarin terjadi "kiamat kecil" para pengguna internet sejagat, termasuk Indonesia. Aplikasik WhatsApp tumbang, tidak bisa digunakan sama sekali.

Muhammad Arif, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai., ketergantungan masyarakat pada aplikasi pesan elektronik  WhatsApp menjadi indikator engguna internet Indonesia telah menjadi bagian dari kolonialisme digital milik platform teknologi besar.

Menurut dia, mayoritas pengguna internet Indonesia sangat tergantung dengan layanan aplikasi over the top (OTT) asing tersebut dan mengakibatkan kedaulatan dan ketahanan di ruang digital masyarakat Indonesia menjadi sangat rentan terganggu sewaktu-waktu.

Baca Juga: WhatsApp Padam, Induk Usahanya Meta Platforms Minta Maaf dan Sudah Benahi Masalah

"Walau belum ada penjelasan resmi, lumpuhnya  WhatsApp  telah merugikan sebagian besar masyarakat Indonesia. Terputusnya  WhatsApp seharusnya menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada OTT asing," ujar Arif, Selasa (25/10). 

Arif menyarankan agar masyarakat tidak tergantung pada satu aplikasi dan memiliki alternatif layanan pesan elektronik selain  WhatsAp. APJII mengusulkan kepada pemerintah agar kembali meningkatkan geliat pengembangan aplikasi pesan elektronik buatan Indonesia.

Baca Juga: WhatsApp Tumbang di Seluruh Dunia, ini Tanggapan Manajemen WhatsApp

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×