kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.622   69,00   0,39%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wika Gedung (WEGE) kantongi laba bersih Rp 156,35 miliar pada tahun lalu


Senin, 15 Maret 2021 / 20:50 WIB
ILUSTRASI. Konstruksi pembangunan wahana permainan, apartemen dan hotel Transpark Cibubur, yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

Capaian kontrak baru yang telah diperoleh tersebut antara lain Apartemen Kyo Society Surabaya, Rumah Dinas TNI AD (JO), SHE Fasilitas Proyek Unjani, Display Proyek Batang, Ruang Meeting Unjani, Proyek Belawan, Rumah Duka Grand Heaven, dan Hotel Cirebon.

Komposisi perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari proyek pemerintah 56%, BUMN 0,2% dan swasta 44% dengan tipe proyek yakni office 6%, commercial 12% dan residential 81%.

Untuk pengembangan bisnis di tahun 2021, WEGE menggelontorkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 301,07 miliar, yang diperuntukkan untuk capital employed, investasi aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud.

Baca Juga: Masih ekspansif, Mitra Keluarga (MIKA) andalkan pendanaan internal

"Kelangsungan bisnis perusahaan di tahun 2021 tetap dapat berjalan dengan baik karena WEGE memiliki proyek-proyek carry over sebesar Rp 11,30 triliun yang dapat kami kerjakan di tahun ini,” tambah Nariman.

Untuk menghadapi kondisi ekonomi dan bisnis di tahun 2021, imbuhnya, WEGE menerapkan berbagai strategi, baik pada tingkatan operasional, pemasaran, pengembangan dan strategi keuangan.

"Beberapa strategi tersebut antara lain world class standard di bidang implementasi QSHE, fokus pada quality & safety, transformasi digital pada semua fungsi, masuk pasar premium, selektif dalam pemilihan pelanggan/partner dan pengembangan usaha backward," pungkas Nariman.

Selanjutnya: Lakukan ekspansi pasar, Panca Budi Idaman (PBID) yakin bisa kerek penjualan 10%-15%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×