kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

WIKA Rampungkan Underpass Inul, Proyek KPC di Kalimantan Timur


Rabu, 28 Oktober 2026 / 14:47 WIB
WIKA Rampungkan Underpass Inul, Proyek KPC di Kalimantan Timur
ILUSTRASI. UJI COBA UNDERPASS EXTENSION SENEN (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) merampungkan pembangunan Underpass Inul (Inul Lignite) di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Proyek yang digagas PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini selesai dua bulan lebih cepat dari target awal akhir Desember 2026. 

Underpass Inul dibangun untuk memisahkan jalan nasional Sangatta-Simpang Perdau dari jalur angkutan batu bara milik KPC.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Targetkan Nilai Kontrak Capai Rp 25,7 Triliun di 2027

Sebelumnya kedua jalur ini berpotongan langsung, sehingga kendaraan warga dan truk batu bara melintas di titik persimpangan yang sama. 

Underpass ini menggunakan struktur jembatan PCI Girder satu bentang sepanjang 40 meter, sehingga lalu lintas warga dan angkutan tambang bisa berjalan bersamaan tanpa saling bersilangan.

Direktur Operasi I WIKA Hananto Aji, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan kontribusi WIKA dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat sekaligus menunjang kegiatan industri. 

“Pembangunan Underpass Inul merupakan bentuk kolaborasi untuk menghadirkan akses yang lebih aman bagi pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran operasional pertambangan. WIKA berkomitmen menyelesaikan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas dan keselamatan, sehingga infrastruktur ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Hananto, dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026). 

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Kejar Proyek RS Jantung Harapan Kita–Tokushukai, Progres 97,37%

Kini warga bisa melintasi jalan nasional tanpa harus bertemu jalur angkutan batubara. Antrean di persimpangan diharapkan berkurang dan arus orang serta barang di Kutai Timur menjadi lebih lancar, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah di Kalimantan Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×