kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.974   61,00   0,34%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Wiko Mobile ramaikan pasar smartphone Indonesia


Jumat, 27 Februari 2015 / 14:51 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memperbiki sepeda listrik di dealer Pratama motor, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (4/9/2023). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Wiko mobile mulai melakukan ekspansi ke berbagai belahan dunia setelah sukses di pasar Eropa, Wiko mobile pun mulai memberanikan diri masuk ke pasar ponsel pintar (smartphone) di Indonesia.

Co-General Manager Wiko Global, David Garcia mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar potensial. Hal itu dilihat dari jumlah penduduk yang mencapai sekitar 250 juta jiwa. "Dengan jumlah penduduk sebesar itu, kami sangat yakin pasar untuk smartphone Wiko terbuka lebar dan kami berharap Indonesia akan lebih sukses dan lebih fenomenal," ujar David pada Jumat (27/2).

Janto Djojo, chief marketing officer Wiko Mobile Indonesia menambahkan, pihaknya optimis smartphone besutan asal negeri Perancis tersebut akan direspon positif konsumen tanah air.

Janto mengklaim dari sisi kualitas, teknologi, desain, Wiko smartphone memiliki keunggulan bertaraf internasional. Selain itu, kehandalan smartphone ini juga didukung oleh jaringan distribusi dan service center yang luas dan tersebar di seluruh kota besar di Indonesia.

Sebelumnya, Wiko telah berhasil memasarkan produknya di pasar Eropa, Afrika, Vietnam, Timur Tengah, dan belahan negara lainnya. Perusahaan yang meluncurkan ponselnya pertama kali pada 2011 lalu di Kota Marseille ini mengklaim sebagai vendor smartphone terbesar kedua di Perancis dalam penjualan online dengan menguasai pangsa pasar 14,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×