kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Terobosan Pasar Karbon, WOOD Sambut Penandatanganan MRA dengan Gold Standard


Minggu, 11 Mei 2025 / 07:29 WIB
Diperbarui Jumat, 16 Mei 2025 / 13:39 WIB
Terobosan Pasar Karbon, WOOD Sambut Penandatanganan MRA dengan Gold Standard
ILUSTRASI. Perusahaan manufaktur berbahan kayu seperti furnitur, furniture, mebel, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menyambut positif langkah pemerintah yang resmi menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Gold Standard Foundation pada 8 Mei 2025.

Kesepakatan ini dinilai memperkuat kredibilitas dan pengakuan global atas kredit karbon Indonesia.

Baca Juga: Ekspor Moncer, Integra Indocabinet (WOOD) Catat Kinerja Solid di Kuartal I-2025

MRA tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan pasar karbon domestik serta membuka akses lebih luas ke pasar karbon internasional, baik yang bersifat compliance maupun voluntary.

Kerja sama ini menghubungkan Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRNPPI) dengan platform sertifikasi Gold Standard, mempertegas posisi Indonesia dalam tata kelola karbon global.

Pemerintah juga tengah menyiapkan MRA serupa dengan sejumlah negara dan standar internasional, termasuk Norwegia (dalam tahap finalisasi), Korea Selatan, Denmark, Verra, dan Plan Vivo.

Manajemen WOOD menyatakan bahwa MRA ini merupakan langkah strategis yang membuka peluang baru dalam pengembangan aset kehutanan berkelanjutan milik Perseroan.

Baca Juga: Andalkan Ekspor ke AS, Integra Indocabinet (WOOD) Bidik Kenaikan Penjualan 25%

"WOOD melihat inisiatif ini sebagai bagian penting dari roadmap keberlanjutan jangka panjang, serta selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat nilai ekonomi karbon nasional," ujar manajemen WOOD dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/5).

Seiring finalisasi regulasi Forest and Other Land Use (FOLU) yang ditargetkan rampung akhir 2025, WOOD optimistis dapat memperluas pasar kredit karbon sekaligus meningkatkan valuasi dan daya saing harga di pasar global.

WOOD juga melihat peluang strategis dengan direncanakannya MRA tambahan bersama Verra dan Plan Vivo.

Dengan pengakuan internasional ini, perseroan menargetkan pendapatan baru dari kredit karbon, sejalan dengan komitmen jangka panjang sebagai perusahaan berbasis keberlanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×