kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Xurya Proyeksikan Pasar EPC PLTS Capai Rp 133 Triliun pada 2030


Kamis, 26 Maret 2026 / 22:04 WIB
Xurya Proyeksikan Pasar EPC PLTS Capai Rp 133 Triliun pada 2030
ILUSTRASI. Pasar EPC PLTS di Indonesia diproyeksikan melonjak dari Rp 24,3 triliun menjadi Rp 133,5 triliun pada 2030 (Dok/PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) )


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan energi terbarukan, PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), menilai pasar jasa pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau engineering, procurement, and construction (EPC) di Indonesia punya ruang pertumbuhan yang besar.

Vice President Operations Xurya, Philip Effendy, mengatakan nilai pasar (market size) EPC saat ini diperkirakan mencapai US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 24,3 triliun.

"Kami proyeksikan market size EPC dapat mencapai US$ 7,9 miliar setara dengan Rp 133,5 triliun pada 2030 atau meningkat sekitar lima lipat. Hal ini mencerminkan besarnya potensi teknis akan kebutuhan mitra EPC yang berkualitas dan menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan industri PLTS Atap dan Non-Atap,“ ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (26/10/2026).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang PLTS Non-Atap diperkirakan tumbuh dari 25,5 MW pada 2021 menjadi 1.019,5 MW pada 2025.

Baca Juga: Hilirisasi Digenjot, 13 Proyek Baru Senilai Rp239 Triliun Disiapkan

Sementara itu, sejak 2018 hingga 2025, kapasitas terpasang PLTS Atap meningkat pesat dari 86 MW pada 2021 menjadi 773 MW.

Xurya mencermati lonjakan ini menunjukkan adopsi energi surya yang semakin luas, sekaligus menegaskan kontribusi EPC dalam merealisasikan proyek-proyek energi surya yang berkelanjutan.

Hingga saat ini, lanjut Philip, pihaknya telah menangani lebih dari 300 proyek dengan total kapasitas lebih dari 200 MW. Menurut dia, capaian ini dapat diraih berkat kolaborasi dengan mitra EPC lokal.

"Mereka menjadi penghubung utama antara perencanaan dan implementasi proyek, memastikan inovasi teknologi tidak hanya berhenti di tahap konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Potensi Relaksasi Produksi Batubara, Ini Strategi Pemerintah Jaga Harga dan Pasar

Untuk diketahui, EPC terdiri dari tiga pilar. Engineering fokus pada penerjemahan inovasi energi surya menjadi solusi nyata melalui perencanaan teknis yang matang, desain sistem yang efisien, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Sementara itu, procurement memegang peran krusial dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek melalui pemilihan material yang andal, efisien secara biaya, serta pengadaan tepat waktu untuk mendukung kelancaran implementasi.

Lebih lanjut, construction merupakan implementasi dari perencanaan dan pengadaan. Sistem energi surya dibangun dengan fokus pada keselamatan, kualitas, dan ketepatan waktu agar kinerja jangka panjangnya optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×