kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Hilirisasi Digenjot, 13 Proyek Baru Senilai Rp239 Triliun Disiapkan


Kamis, 26 Maret 2026 / 20:37 WIB
Hilirisasi Digenjot, 13 Proyek Baru Senilai Rp239 Triliun Disiapkan
ILUSTRASI. Pemerintah siapkan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp 239 triliun. Langkah ini siap dorong pertumbuhan ekonomi dan nilai tambah komoditas (Dok/Kementerian ESDM)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah terus mempercepat program hilirisasi industri nasional dengan menambah sejumlah proyek strategis.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, pemerintah akan menambah 13 proyek hilirisasi baru dengan total nilai investasi mencapai Rp 239 triliun.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat nilai tambah sumber daya alam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri.

Bahlil menjelaskan bahwa program hilirisasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Dari total 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian di antaranya telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking). Sementara itu, proyek lainnya dijadwalkan mulai groundbreaking pada bulan depan.

“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar 239 triliun (rupiah) dan akan kita bahas finalisasi,” ujar Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Rabu (25/3/2026) malam.

Baca Juga: Potensi Relaksasi Produksi Batubara, Ini Strategi Pemerintah Jaga Harga dan Pasar

Fokus Penguatan Energi Alternatif

Selain hilirisasi, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pengembangan energi alternatif guna memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional. Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo mengarahkan agar seluruh potensi energi domestik dapat dioptimalkan.

Beberapa sumber energi yang menjadi fokus antara lain etanol serta biodiesel berbasis crude palm oil (CPO). Pemerintah juga mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi jangka panjang sektor energi.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan,” imbuh Bahlil.

Pantau Harga Batubara dan Nikel

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga melaporkan perkembangan harga komoditas energi dan mineral, khususnya batubara dan nikel. Pemerintah, kata dia, terus memantau dinamika pasar global untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan permintaan.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan kedua komoditas tersebut. Namun, pemerintah membuka peluang relaksasi produksi secara terukur jika harga tetap stabil di level yang menguntungkan.

Baca Juga: Pemangkasan Pasokan Saudi Aramco ke Asia Berpotensi Tekan Pengadaan Minyak RI

“Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand. Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batubara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur,” ungkap Bahlil.

Dorong Nilai Tambah dan Investasi

Penambahan proyek hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, memperluas lapangan kerja, serta menarik investasi skala besar ke sektor industri pengolahan.

Dengan kombinasi antara hilirisasi dan penguatan energi alternatif, pemerintah berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×