Reporter: Nadia Citra Surya |
JAKARTA. Naiknya harga baja kini mulai diwaspadai sejumlah pelaku industri otomotif. Apalagi penyebab kenaikan harga baja merupakan sesuatu yang tak bisa ditawar lagi, yakni harga bahan pembuat baja yang meroket serta permintaan pasokan baja dunia yang juga terus menanjak.
Meski tak menyebutkan besaran komponen baja yang digunakan dalam produksi sepeda motor, Presiden Direktur Yamaha Motor Kencana INdonesia (YMKI) Dyonisius Beti mengakui pengaruhnya cukup besar. "Lambat laun pasti akan berpengaruh terhadap biaya produksi kendaraan bermotor," kata Dyonisius.
Namun demikian, untuk menjaga kondisi pasar dengan daya beli masyarakat yang terbatas, Dyonisius berjanji kenaikan harga jualnya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Dyonisius menambahkan bahwa YMKI akan menjaga standar harga yang dipakainya saat ini hingga beberapa waktu ke depan. "Kami akan berusaha menjaga harga yang sekarang, paling tidak hingga lebaran nanti," ujarnya.
Dengan demikian, ia optimis daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga pasar sepeda motor bisa terus membesar. Apalagi, lanjut Dyonisius, saat industri sepeda motor Indonesia tahun ini berhasil tumbuh sekitar 36% dibandingkan tahun 2009 lalu. "Bahkan penjualan Mio kami kuartal I 2010 tumbuh 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News