kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Yanaprima (YPAS) punya kesempatan memperlebar pasar ekspor


Jumat, 21 Juni 2019 / 17:17 WIB
 Yanaprima (YPAS) punya kesempatan memperlebar pasar ekspor

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Selain memperkuat pangsa pasar domestik, produsen kantung semen dan kantung plastik PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) juga ingin memperlebar penjualan ekspornya.

Rinawati, Direktur YPAS mengatakan saat paparan publik perseroan, Jumat (21/6), bahwa manajemen bakal menggenjot porsi penjualan ekspor menjadi 6%-7% dari total revenue di tahun ini.


Mengulik laporan keuangannya, penjualan ekspor hanya berkontribusi 5% bagi revenue atau sekitaran Rp 4,73 miliar di triwulan pertama tahun ini. Namun pasar luar negeri tersebut mampu bertumbuh hingga 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,43 miliar.

Sedangkan penjualan lokal walau mendominasi revenue sebanyak 95% atau senilai Rp 102,41 miliar di kuartal-I 2019, namun pertumbuhannya hanya sekitar 13% dibandingkan kuartal-I 2018 yang mencatatkan penjualan Rp 90,37 miliar.

Walau menghadapi kondisi yang belum menguntungkan, namun manajemen masih optimis dapat memperbaiki kinerja di tahun ini. "Kami harus optimis, sebab kami sudah dapat meningkatkan penjualan. Dengan demikian kinerja dan keuntungan dapat ditingkatkan," kata Irwan Susanto, Direktur Utama YPAS saat paparan publik perseroan berlangsung.

Kondisi plastik yang saat dirasakan manajemen tengah over supply, dinilai mempengaruhi harga jual sehingga sulit bersaing. Namun untuk meraup margin lebih banyak, perseroan bertekad meningkatkan volume salesnya dari periode ke periode.

Untuk tahun ini target penjualan perseroan cenderung konservatif, yakni paling tidak sama seperti tahun lalu atau sedikit naik menjadi Rp 415 miliar. "Untuk bottomline kami harapkan minimal dapat mencetak keuntungan atau BEP, walau situasi ini juga tergantung dengan kondisi pasar," urai Irwan.




TERBARU

Close [X]
×