kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

YouTube: AI Jadi Alat Bantu Kreator, Bukan Pengganti Kreativitas Manusia


Rabu, 07 Oktober 2026 / 17:23 WIB
YouTube: AI Jadi Alat Bantu Kreator, Bukan Pengganti Kreativitas Manusia
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Genta Disa | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. YouTube menilai kecerdasan buatan (AI) sebagai teknologi yang dapat membantu kreator dalam proses produksi konten, bukan menggantikan kreativitas manusia.

Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan AI dapat digunakan dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari mencari ide hingga membuat visual.

“AI itu memberdayakan kreativitas, bukan untuk menggantikan. It’s a tool to empower the creative process, not for replacing,” ujar Veronica dalam konferensi pers YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu (07/10/2026).

Baca Juga: Pendapatan IOTF Tumbuh 16%, Terdongkrak Adopsi AI serta Permintaan Logistik & Rental

Kreator Youtube, Klara Tania mengatakan bahwa AI turut membantunya dalam mengerjakan pekerjaan teknis, salah satunya membuat thumbnail yang lebih imajinatif.

Ia juga berpendapat, kreator tetap perlu mengikuti perkembangan teknologi karena sebagian penonton masih memilih konten yang menampilkan manusia secara langsung.

“Ada juga orang-orang yang enggak suka nonton AI, yang lebih suka nonton orang riil. Tapi kita sebagai kreator jangan menutup mata, kita harus belajar terus,” ungkap Klara.

Selanjutnya, Veronica mengatakan YouTube memberikan label pada konten terkait agar penonton mengetahui adanya penggunaan kecerdasan buatan tersebut.

“Supaya ada transparansi dan penonton tahu apakah konten ini dibuat oleh kreator sepenuhnya atau dibantuan oleh AI, YouTube menyematkan label khusus pada video bersangkutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Content ID tetap digunakan untuk melacak konten AI yang berpotensi melanggar hak cipta.

“Sistem Content ID tetap berlaku dan efektif untuk melacak konten yang dihasilkan oleh AI jika melanggar hak cipta orang lain,” jelasnya.

Transparansi hak cipta juga menjadi bagian dari pengelolaan konten berbasis AI di platform tersebut.

“Kami sudah memiliki sistem (systems in place) untuk memastikan bahwa penerapan AI berjalan secara transparan,” tutupnya.

Baca Juga: YouTube Kembangkan Shopping Affiliate, Empat Marketplace Jadi Mitra di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×