: WIB    —   
indikator  I  

Angkutan pertambangan optimistis capai target

Angkutan pertambangan optimistis capai target

KONTAN.CO.ID - Tahun ini, perusahaan angkutan laut optimistis bisa mengejar target pendapatan. Pendorongnya adalah menggeliatnya bisnis batubara, sehingga kontrak pengangkutan barang tambang tersebut kembali ramai.

Misalnya, PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) mulai menikmati berkah kenaikan harga batubara acuan. Perusahaan ini optimistis bisa mengejar target pendapatan tahun ini senilai US$ 39,82 juta. Hingga semester I-2017, pendapatan TPMA naik 17,7% menjadi US$ 17,9 juta.

Artinya, perusahaan transportasi laut ini sudah meraup 45% dari target tahun ini, yaitu US$ 39,82 juta. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan kapal tunda dan tongkang sebesar US$ 11,46 juta dan floating crane US$ 6,5 juta.

Rudy Sutiono, Direktur Keuangan TPMA optimististis aktivitas ekspor batubara semester II-2017 mampu mencatatkan transaksi hingga US$ 15 juta. "Pertumbuhannya sangat besar ketimbang tahun lalu yang sangat sedikit sedikit, karena harga batubara jatuh, sehingga ekspor tidak berjalan," kata Rudy kepada KONTAN, Selasa (12/9).

Hingga saat ini, Trans Power memiliki 35 set kapal tunda dan tongkang ukuran dua tipe, yaitu 300 feet berkapasitas 8.000 ton dan ukuran 330 feet dengan kapasitas 10.000-12.000 ton untuk sekali pengangkutan. Selain itu, perseroan memiliki tiga set floating crane untuk aktivitas ekspor, khususnya batubara. Floating crane dikhususkan untuk memindahkan batubara dari kapal tongkang ke kapal besar, kemudian dikirim untuk keperluan ekspor.

Perusahaan lain yang menikmati berkah kenaikan harga batubara adalah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk. Lini bisnis. penyewaan kapal tunda dan tongkang atau tug baot and barges mendaki.

Tahun lalu pendapatan sewa kapal tug baot and barges perusahaan ini naik 11,3% menjadi US$ 15,8 juta. Kenaikan berlanjut di kuartal 1 2017, melesat 94% menjadi US$ 5,17 juta. Peter, Direktur Utama Pelayaran Nasional Bina Buana Raya dalam wawancara dengan KONTAN sebelumnya menyebutkan, angkutan batubara menjadi penopang bisnis di tahun ini.

Pun Ketua Umum Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) Tjahyono Imawan bilang, meningkatnya harga batubara memicu perusahaan pertambangan mendongkrak produksi. Kondisi ini membawa dampak positif bagi industri penunjang karena produksi akan meningkat. "Dengan begitu kami juga mendapatkan limpahan pekerjaan lebih besar," katanya kepada KONTAN, Senin (11/9). 

BOX

KENDAtI harga acuan batubara menunjukkan tren kenaikan, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) tetap fokus mengangkut hasil migas. Padahal harga minyak dunia masih di level US$ 50 per barel.

Leo A Tangkalisan, Direktur Operasional, Bisnis dan Pengembangan TAMU berujar, selama ini perubahan harga minyak dunia belum berpengaruh banyak terhadap kinerja perseroan ini. "Selama naik turun harga minyak tidak terlalu fluktuatif. Dari sisi daily charter rate kapal-kapal kami tidak terlalu berpengaruh," akunya kepada KONTAN, Selasa (12/9). Perseroan ini memiliki lima armada, tiga diantaranya memiliki kontrak dengan sejumlah perusahaan migas. Terkait target nilai kontrak, Leo berharap sampai akhir tahun nanti ada pertumbuhan hingga 20%. Namun hingga saat ini, TAMU belum meraih perjanjian kontrak baru.

 

 


Reporter Pratama Guitarra, Tantyo Prasetya
Editor Rizki Caturini

BATUBARA

Feedback   ↑ x
Close [X]