Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah mengebut penyelesaian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) Proyek LNG Abadi Masela di Blok Masela. Tujuannya agar proyek raksasa yang digarap Inpex Corporation tersebut bisa groundbreaking sebelum Lebaran tahun ini.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, dokumen amdal Proyek Abadi Masela akan segera diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup kepada SKK Migas. Dengan rampungnya amdal, proyek ini diharapkan bisa segera masuk tahap awal pembangunan fisik.
“Untuk Inpex, insyaallah besok akan diserahkan amdal dari Pak Menteri Lingkungan kepada SKK Migas. Itu nanti bisa berproduksi insyaallah di 2030 atau lebih cepat. Investasinya hampir US$ 21 miliar, Ini mudah-mudahan bisa groundbreaking juga sebelum lebaran," ujar Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: SKK Migas Klaim Lifting Minyak Nasional 2025 Capai Target 605.000 Barel per Hari
Djoko menambahkan, Proyek Abadi Masela memiliki kapasitas produksi gas sebesar 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), termasuk alokasi gas pipa sebesar 150 MMSCFD. Selain itu, proyek ini juga menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari (barrel condensate per day/BCPD).
Saat ini, pengembangan Abadi Masela telah memasuki tahap Front End Engineering Design (FEED) dan proses tender FEED masih berlangsung. Adapun rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (POD) telah disetujui.
Mengacu catatan Kontan, total investasi proyek LNG Blok Masela mencapai US$ 20,94 miliar atau setara Rp342,21 triliun (asumsi kurs Rp16.342 per dolar AS). Proyek ini ditaksir mampu memproduksi liquefied natural gas (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun, setara lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang.
Selain fasilitas LNG, proyek ini juga dilengkapi pengembangan carbon capture and storage (CCS) dengan nilai investasi sekitar US$ 1 miliar atau setara Rp16,3 triliun, sekitar 5% dari total investasi proyek.
Abadi Masela berpotensi dikembangkan menjadi pusat penyimpanan karbon (CCS hub). Fasilitas ini tidak hanya menampung emisi CO? dari Blok Masela, tetapi juga dari proyek lain, bahkan dari luar negeri.
Baca Juga: Semester I-2026, SKK Migas Alokasikan LNG 120 Kargo
Selanjutnya: 35 Juta Keluarga Segera Terima Bantuan Pangan! Cek Penerima di Link Berikut
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Munggahan Fair 1-15 Februari 2026, Kebutuhan Dapur Diskon hingga 40%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













