INDUSTRI
Berita
Aspadin minta distribusi air kemasan di perlonggar

DISTRIBUSI AIR KEMASAN MASA LEBARAN

Aspadin minta distribusi air kemasan di perlonggar


Telah dibaca sebanyak 1271 kali
Aspadin minta distribusi air kemasan di perlonggar

JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) mengeluhkan tumpang tindih kebijakan angkutan barang dalam masa Lebaran.

Kebijakan yang dianggap tumpang tindih itu adalah, Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan No SK.2381/AJ.201/DRJD/2012 yang menyebutkan, angkutan barang di Lampung, Jawa dan Bali dilarang beroperasi mulai H-4 hingga H+1 Lebaran.

Namun, pengecualian diberikan kepada kendaraan bersumbu dua dan angkutan bahan pokok, namun, tidak termasuk air minum dalam kemasan (AMDK). "Sebaliknya Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan menekankan kebutuhan pokok dan AMDK harus dijamin kelancaran distribusinya oleh instansi terkait," ujar Ketua Aspadin, Hendro Baroeno kepada wartawan hari ini (31/7) di Jakarta.

Aspadin mencatat, kebutuhan AMDK Jabodetabek selama 2012 mencapai 20,5 juta liter per hari atau setara dengan angka konsumsi AMDK nasional. Sementara itu, konsumsi AMDK di Jawa (luar Jabodetabekser) mencapai 21 juta liter per hari atau setara 40% kebutuhan AMDK nasional.

Jika tumpangtindih aturan itu tidak segera diperjelas, maka dikhawatirkan pengusaha bingung dan mengeluh akibat kelangkaan AMDK menjelang dan saat Lebaran. Melihat kenyataan ini, Aspadin berharap larangan beroperasinya angkutan barang setidaknya diberlakukan H-2 Lebaran saja.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 1271 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..