kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.183
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Awas, banjir keramik impor China di 2018

Jumat, 17 Maret 2017 / 07:20 WIB

Awas, banjir keramik impor China di 2018

JAKARTA. Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) memprediksi, pada tahun 2018 nanti akan ada banjir keramik impor dari China. Salah satu pemicu, pada saat itu bea masuk keramik Tiongkok akan 0%. Saat ini bea masuk impor China dikenakan 20%.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga menyatakan, pada tahun 2018 bisa saja bea masuk keramik impor China bisa nol atau sama seperti negara asal Asean lain. Padahal dari segi utilisasi produksi saat ini masih terbilang rendah. "Apalagi biaya angkut logistik dari China ke Indonesia lebih murah daripada Jakarta ke Medan," kata Elisa, Kamis (16/3).

Oleh karena itu ia berharap, dari segi infrastruktur pemerintah agar segera berbenah. Sehingga ongkos angkut logistik ke setiap daerah Indonesia lebih murah. Alhasil, daya saing bisa berkompetisi. "Dari segi keramik kita masih bersaing. Tapi kalau porselen jumlah impor China sudah menguasai," kata Elisa.

Demi mengurangi impor, Asaki meminta Kementerian Perdagangan membatasi jalur impor. Nantinya impor keramik dibatasi di luar Jawa.

Menurut Elisa, aturan itu tidak kontra produktif. Sebab permintaan di luar Jawa masih terbilang kecil ketimbang di Jawa. Selain itu, dari segi kondisi bahan baku, serta sumber daya manusia belum memadai. Alhasil, investasi ekspansi industri keramik di luar Jawa pun belum tumbuh. "Tetapi kami berharap, infrastruktur di luar Jawa tumbuh, sehingga permintaan di luar Jawa ikut tumbuh," katanya.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, saat ini sedang membicarakan bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan untuk membatasi impor keramik tersebut.

"Nanti pelabuhan masuk impor keramik dan teksil kami ajukan hanya di Dumai atau Bitung. Supaya impor bisa terkontrol, kata Achmad.

Tahun 2016, kapasitas produksi terpasang ubin keramik nasional 580 juta m² dengan realisasi 350 juta m². Sekitar 87% produksi keramik nasional diserap dalam negeri dan sisanya ekspor ke Asia, Eropa dan Amerika. " Konsumsi keramik nasional per kapita sekitar 2 m²," kata dia.


Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Sanny Cicilia

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.1582 || diagnostic_web = 0.3725

Close [X]
×