INDUSTRI
Berita
Dewan Karet Indonesia Setuju Crumb Rubber Masuk DNI

INDUSTRI PENGOLAHAN KARET KERING

Dewan Karet Indonesia Setuju Crumb Rubber Masuk DNI


Telah dibaca sebanyak 2057 kali
Dewan Karet Indonesia Setuju Crumb Rubber Masuk DNI

JAKARTA. Ketua Dewan Karet Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Azis Pane setuju dengan usulan Kementerian Pertanian agar industri pengolahan karet kering atau crumb rubber masuk dalam daftar negatif investasi (DNI) atau tertutup buat asing.

Dengan diusulkannya industri pengolahan karet kering masuk ke dalam DNI, ia mengharapkan kemampuan produksi industri hilir bisa maksimal.

Namun, Azis juga ingin agar perdagangan karet juga dibenahi sehingga petani karet bisa menikmati hasil yang lebih besar dengan menjual karet mereka langsung ke industri. Kata Azis, selama ini umumnya petani karet menjual hasil mereka ke pedagang pengumpul yang cenderung memanipulasi harga.

“Jika petani mau menjualnya ke industri, pendapatannya akan bertambah dan jika industri hilir bekerja maksimal, penyerapan tenaga kerja bisa ditingkatkan,” kata Azis.

Saat ini kapasitas mesin pengolah karet per tahun mencapai 3,5 juta ton, sementara produksi karet rata-rata per tahun saat ini hanya 2,5 juta ton. Dengan besarnya kapasitas produksi pabrik pengolahan karet bisa mengakibatkan pelaku industri berebut bahan baku karet.

Telah dibaca sebanyak 2057 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Adu kuat APM lewat produk anyar

    +

    Di sektor otomotif, turunnya daya beli masyarakat sudah terasa sejak awal tahun ini.

    Baca lebih detail..

  • 2015, prinsipal otomotif tak pasang target muluk

    +

    Melempem. Satu kata ini bisa menggambarkan kondisi terkini industri otomotif tanah air.

    Baca lebih detail..

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: berita

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2